Perjuangan Uni Eropa dalam Menarik Perusahaan Kripto di Tengah Regulasi MiCA!

Perjuangan Uni Eropa dalam Menarik Perusahaan Kripto di Tengah Regulasi MiCA!

Uni Eropa (UE) tengah menghadapi tantangan dalam menarik perusahaan kripto karena adanya spekulasi mengenai regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Artikel ini akan membahas kesulitan UE dalam menarik perusahaan kripto, perbedaan dalam inovasi dan kompleksitas regulasi, serta dampak MiCA terhadap stablecoin dan aset kripto lainnya. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Perjuangan UE dalam Menarik Perusahaan Kripto

Banyak negara di UE berlomba-lomba untuk menarik perusahaan kripto dengan menawarkan regulasi yang lebih ramah. Luksemburg, misalnya, dikenal sebagai pusat investasi dana dan kini menjadi tujuan utama bagi perusahaan kripto. Irlandia, yang dikenal ramah terhadap perusahaan teknologi besar, juga menjadi pilihan populer bagi perusahaan kripto seperti Coinbase dan Ripple.

Prancis dan Malta juga telah menarik perusahaan kripto dengan menawarkan regulasi yang mirip dengan MiCA. Namun, perbedaan regulasi di antara negara-negara UE membuat perusahaan kripto kesulitan untuk beroperasi di seluruh wilayah UE.

MiCA memang memungkinkan perusahaan kripto untuk mengajukan lisensi di satu negara anggota UE dan beroperasi di seluruh UE, tetapi setiap negara memiliki kewenangan untuk menetapkan aturannya sendiri. Hal ini membuat perusahaan kripto harus menyesuaikan bisnis mereka dengan regulasi yang berbeda-beda di setiap negara.

Baca Juga: Prediksi Harga Dogecoin: Pola Bullish Baru Sinyalkan Reli ke $0,1!

Dampak MiCA terhadap Stablecoin

uni eropa menandatangani mica
Sumber: PYMNTS

MiCA juga berdampak pada stablecoin, yaitu aset kripto yang nilainya dipatok pada mata uang fiat atau aset lainnya. MiCA mengatur stablecoin yang dianggap “signifikan” oleh European Banking Authority (EBA). Stablecoin ini akan diawasi secara ketat oleh EBA di seluruh negara anggota UE.

Namun, kriteria MiCA untuk stablecoin signifikan berbeda dengan kerangka kerja yang ditetapkan oleh Basel Committee on Banking Supervision (BCBS) untuk lembaga keuangan sistemik global (G-SIBs). Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif untuk memitigasi risiko sistemik yang terkait dengan stablecoin.

Baca Juga: Bitcoin: Menuju Lonjakan Parabolik atau Koreksi Signifikan?

Tantangan bagi Aset Kripto Lainnya

MiCA juga menimbulkan tantangan bagi aset kripto lainnya. Misalnya, perusahaan manajemen aset Jupiter terpaksa menarik investasinya di Ripple’s XRP ETP karena Irlandia melarang eksposur aset kripto dalam dana Ucits. Sementara itu, Jerman memiliki pendekatan yang lebih longgar terhadap investasi kripto.

Perbedaan regulasi ini menghambat pertumbuhan industri aset kripto di UE. Perusahaan kripto kesulitan untuk beroperasi di seluruh UE karena harus mematuhi regulasi yang berbeda-beda di setiap negara. Hal ini membuat UE kurang menarik bagi perusahaan kripto dibandingkan dengan yurisdiksi lain yang memiliki regulasi yang lebih jelas dan konsisten.

Kesimpulan

Uni Eropa perlu segera mengklarifikasi regulasi MiCA dan menyelaraskan regulasi aset kripto di antara negara-negara anggotanya. Hal ini penting untuk menarik perusahaan kripto dan mendorong pertumbuhan industri aset kripto di UE.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi