Peringatan Mendesak dari Lloyds Bank: Ancaman Penipuan Investasi Crypto Meningkat!

Peringatan Mendesak dari Lloyds Bank: Ancaman Penipuan Investasi Crypto Meningkat!

Lloyds Bank, salah satu bank terkemuka di Inggris, baru-baru ini mengeluarkan peringatan mendesak terkait peningkatan ancaman penipuan investasi cryptocurrency. Menurut laporan bank tersebut, jumlah penipuan investasi crypto yang dilaporkan oleh korban telah meningkat sebesar 23% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Penipuan Investasi Crypto: Ancaman yang Semakin Nyata?

Laporan dari Lloyds Bank menunjukkan bahwa rata-rata kerugian yang dialami oleh setiap korban penipuan investasi crypto adalah £10.741, naik dari £7.010 pada tahun sebelumnya. Ini lebih tinggi dibandingkan jenis penipuan konsumen lainnya.

Menariknya, analisis tersebut menemukan bahwa 66% dari semua penipuan investasi dimulai di media sosial, dengan Instagram dan Facebook menjadi sumber paling umum. Ini mencakup campuran iklan palsu, dukungan selebriti palsu, dan penargetan melalui pesan langsung.

Geng kriminal terorganisir di balik penipuan ini terus mengembangkan taktik mereka untuk mengeksploitasi tren baru dan menipu lebih banyak korban untuk berpisah dengan uang mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah memperluas jaringan mereka untuk menargetkan investor muda, yang seringkali tergoda oleh janji ‘kaya cepat’ dari perdagangan cryptocurrency.

Baca Juga: California Batasi Transaksi ATM Bitcoin Sebesar $1,000 per Hari untuk Memerangi Penipuan

Bagaimana Penipuan Crypto Beroperasi?

aksi penipuan crypto
The image created by OpenAI

Menurut Bitcoin News, ada dua cara utama yang digunakan penipu untuk menjebak uang calon investor melalui penipuan crypto.

Pertama, ilusi. Di sini, tidak ada platform investasi atau cryptocurrency yang sebenarnya terlibat. Penipu, biasanya berpura-pura sebagai ‘manajer investasi’, berjanji bahwa setiap pembayaran yang dibuat oleh korban akan diinvestasikan atas nama mereka, seringkali dengan janji pengembalian yang besar.

Kedua, pengambilalihan. Dalam beberapa kasus, akan ada akun investasi yang sebenarnya dipegang atas nama korban dan terdaftar di platform yang sah, seperti Coinbase atau Binance. Setelah dana telah disetor, korban mungkin ditipu untuk menyerahkan detail login akun mereka, atau memberikan kontrol dompet digital mereka kepada penipu.

Meskipun begitu, Liz Ziegler, Direktur Pencegahan Penipuan, Lloyds Bank, mengingatkan bahwa investasi crypto bisa menjadi cara yang bagus untuk menghasilkan uang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: