Otoritas Filipina Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Binance

Array

Otoritas Filipina Minta Apple dan Google Hapus Aplikasi Binance

Jakarta, Pintu News – Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina (SEC) telah menginstruksikan Google dan Apple untuk menghapus aplikasi Binance dari toko aplikasi mereka untuk pengguna di Filipina. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperketat pengawasan terhadap platform perdagangan kripto yang beroperasi tanpa izin yang memadai di negara tersebut. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Tindakan SEC Terhadap Binance

Pada tanggal 19 April, SEC mengirimkan surat kepada Google dan Apple dengan instruksi untuk menghapus aplikasi Binance dari toko aplikasi mereka di Filipina. Ini adalah kelanjutan dari langkah sebelumnya pada tanggal 25 Maret, ketika SEC, bekerja sama dengan Komisi Telekomunikasi Nasional (NTC), memblokir akses ke situs web Binance.

Tindakan ini diambil setelah Binance dianggap melanggar peraturan lokal dengan menjual atau menawarkan sekuritas yang tidak terdaftar dan beroperasi sebagai broker tanpa pendaftaran.

SEC menegaskan bahwa keberlanjutan akses publik ke aplikasi Binance bisa berdampak negatif bagi keamanan dana investor di Filipina. Oleh karena itu, mereka memandang perlu untuk bertindak cepat guna menghindari dampak lebih lanjut yang mungkin merugikan ekonomi lokal.

Baca Juga: Krisis Penarikan Dana di Filipina: Binance Diblokir tanpa Solusi Pengganti!

Dampak Lebih Luas dan Keamanan Investor

megadrop binance
Sumber: Watcher Guru

Penghapusan aplikasi Binance dari toko aplikasi bertujuan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari aktivitas ilegal Binance di Filipina. Dengan mengekang kehadiran Binance, SEC berupaya melindungi investor dari risiko yang terkait dengan penggunaan platform yang tidak mematuhi peraturan lokal.

Ketua SEC, Emilio B. Aquino, menyatakan bahwa tindakan ini diperlukan untuk memastikan bahwa semua entitas yang beroperasi di pasar keuangan Filipina berada dalam kerangka peraturan yang sah dan aman.

Langkah ini juga mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terkait dengan regulasi dan pengawasan pasar kripto secara global. Filipina, seperti banyak negara lain, sedang berusaha menemukan keseimbangan antara mempromosikan inovasi teknologi dan melindungi konsumen serta integritas sistem keuangan mereka.

Baca Juga: Inisiatif Baru: PayPal Beri Reward untuk Penambang Bitcoin Berkelanjutan!

Respons Binance dan Masa Depan Regulasi Kripto

Meskipun Binance telah menghadapi tantangan regulasi di berbagai yurisdiksi, termasuk denda di India dan tuntutan hukum di Kanada, mereka terus mengejar ekspansi global mereka. Baru-baru ini, Binance memperoleh lisensi sebagai Penyedia Layanan Aset Virtual di Dubai, menunjukkan bahwa mereka masih mendapatkan persetujuan regulasi di beberapa wilayah.

Namun, kasus di Filipina menunjukkan bahwa Binance dan platform kripto lainnya harus lebih berhati-hati dalam mengelola kepatuhan mereka di setiap negara. Kejadian ini mungkin mendorong diskusi lebih lanjut tentang standar regulasi yang seragam dan ketat untuk operasi kripto global, sejalan dengan upaya perlindungan investor.

Kesimpulan

Tindakan SEC Filipina terhadap Binance menandai bab penting dalam pengaturan pasar kripto di negara itu. Dengan menghapus aplikasi Binance dari toko aplikasi, Filipina menegaskan komitmen mereka terhadap standar regulasi tinggi dan perlindungan investor. Ke depan, upaya serupa mungkin perlu dilakukan di yurisdiksi lain untuk memastikan keamanan dan kepatuhan di pasar kripto yang semakin berkembang ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array