Lebih dari Setengah Musisi Rahasiakan Penggunaan AI, Apa Alasannya?

Lebih dari Setengah Musisi Rahasiakan Penggunaan AI, Apa Alasannya?

Dalam dunia musik yang terus berinovasi, kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) menjadi topik panas yang dibicarakan. Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari setengah musisi memiliki kekhawatiran terhadap persepsi audiens mengenai penggunaan AI dalam karya musik mereka. Fenomena ini membuka diskusi baru tentang transparansi dan autentisitas dalam seni. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kekhawatiran Musisi Terhadap Persepsi Audiens

Survei yang dilakukan oleh Pirate menunjukkan bahwa 53% musisi merasa cemas akan pandangan pendengar terhadap musik yang dibuat dengan bantuan AI. Musisi khawatir bahwa penggunaan AI dapat mempengaruhi nilai autentisitas dan kreativitas yang mereka usung dalam karya musik.

Meskipun demikian, 46% dari mereka terbuka untuk mempertimbangkan penggunaan AI di masa depan, menandakan adanya rasa ingin tahu dan keinginan untuk berinovasi.

Baca Juga: Revolusi Musik AI: Futureverse Luncurkan JEN-1, AI yang Mengubah Teks Menjadi Musik!

Transparansi Penggunaan AI dalam Musik

transparansi penggunaan ai
Sumber: Pirate Studios

Hanya 48% musisi yang menyatakan akan transparan kepada pendengar jika mereka menggunakan AI dalam proses kreatif. Cristoph Krey dari band MYAI menekankan pentingnya transparansi dalam penggunaan AI, dengan bandnya menggunakan AI untuk 30% aktivitas mereka.

Survei juga menunjukkan bahwa musisi sedang belajar keterampilan baru untuk beradaptasi dengan kemajuan AI, dengan 55% musisi aktif memperoleh keterampilan baru.

Baca Juga: AI Semakin Maju, Kini Musik AI Berkesempatan Memenangkan Penghargaan Grammy?

AI Sebagai Alat Bantu Kreativitas

AI ditemukan sangat berguna dalam proses penulisan lagu dan komposisi, terutama dalam membantu penulisan lirik.

Meskipun ada kekhawatiran, AI dianggap sebagai ‘penguat kreatif’ yang dapat membuka dimensi baru dalam penciptaan musik.

CEO Pirate, David Borrie, membandingkan AI dengan autotune yang awalnya kontroversial namun akhirnya diterima luas dalam industri musik.

Penggunaan AI dalam industri musik terus berkembang, membawa tantangan dan peluang baru bagi musisi. Meskipun ada kekhawatiran tentang kehilangan autentisitas, banyak yang melihat AI sebagai alat yang dapat meningkatkan kreativitas dan efisiensi. Seiring waktu, mungkin kita akan melihat AI menjadi bagian standar dari alat bantu musik, sama seperti autotune yang kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari produksi musik modern.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: