Pengguna Kripto yang Mengeksploitasi Mango Markets Dinyatakan Bersalah oleh Juri

Array

Pengguna Kripto yang Mengeksploitasi Mango Markets Dinyatakan Bersalah oleh Juri

Jakarta, Pintu News – Dalam sebuah putusan mengejutkan, seorang pengguna kripto bernama Avraham “Avi” Eisenberg dinyatakan bersalah atas penipuan dan manipulasi pasar setelah terlibat dalam eksploitasi senilai $110 juta terhadap bursa terdesentralisasi Mango Markets.

Juri di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York memutuskan bahwa Eisenberg bersalah atas penipuan transfer, penipuan komoditas, dan manipulasi komoditas setelah melalui jam-jam pertimbangan setelah argumen penutup pada tanggal 17 April. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kronologi Kasus

Pada bulan Oktober 2022, Eisenberg melakukan serangkaian perdagangan di Mango Markets yang menghasilkan keuntungan sebesar $110 juta. Ia mengembalikan sekitar $67 juta dari dana tersebut setelah eksploitasi, tetapi mempertahankan lebih dari $40 juta setelah pemungutan suara tata kelola oleh komunitas. Jaksa berpendapat bahwa tindakan Eisenberg merupakan penipuan.

Eisenberg ditangkap di Puerto Rico pada bulan Desember dan ditahan di tahanan AS sejak Januari 2023. Ia menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara dan akan dijatuhi hukuman pada sidang tanggal 29 Juli mendatang. Selain itu, Eisenberg juga akan menghadapi tindakan penegakan hukum perdata yang diajukan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas pada tahun 2023.

Baca Juga: Kontroversi SEC dan Skandal Keamanan $81,4 Juta: Guncangan Terbaru di Dunia Crypto

Argumen Pembela

Tim hukum Eisenberg berpendapat bahwa ia tidak melakukan kejahatan apa pun, melainkan menjalankan “strategi perdagangan yang sukses dan legal” yang menghasilkan sekitar $110 juta dari Mango Markets. Mereka berpendapat bahwa Eisenberg hanya menggunakan platform sebagaimana mestinya dan menghasilkan banyak uang dengan melakukannya.

Pembela berpendapat bahwa Mango Markets tidak memiliki Ketentuan Penggunaan yang jelas pada saat eksploitasi Eisenberg, hanya kotak centang yang memberi tahu pengunjung untuk menggunakan situs “dengan risiko Anda sendiri”. Mereka berpendapat bahwa Eisenberg tidak meminjam, tetapi mencuri, dan bahwa proposal anonimnya kepada Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO) Mango Markets untuk mengembalikan sebagian dana yang diambilnya adalah upaya pemerasan.

Baca Juga: Skandal Crypto: Keterlibatan Deltec Bank dalam Skema Manipulasi Tether oleh SBF Terungkap!

Argumen Jaksa

Jaksa berpendapat bahwa Eisenberg tahu bahwa apa yang dilakukannya adalah ilegal. Mereka menyoroti fakta bahwa Eisenberg sebelumnya telah menggugat orang lain di pengadilan federal karena memanipulasi harga WAVES, serta melakukan pencarian internet untuk hal-hal seperti “batasan waktu manipulasi pasar” dan “unsur penipuan” sebelum perdagangannya di Oktober 2022.

Jaksa juga menunjukkan bahwa setelah eksploitasi, Eisenberg membeli tiket pesawat ke Israel dan mencari informasi tentang “pengawasan FBI”, “daftar ekstradisi Israel”, dan “penjara Otisville”, sebuah lembaga pemasyarakatan federal kerah putih. Mereka berpendapat bahwa tindakan-tindakan ini menunjukkan bahwa Eisenberg menyadari bahwa ia telah melakukan kejahatan.

Kesimpulan

Kasus eksploitasi Mango Markets oleh Avi Eisenberg menjadi contoh penting tentang pentingnya regulasi yang jelas dalam dunia keuangan terdesentralisasi. Eisenberg menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara, dan kasusnya akan terus berlanjut dengan tindakan penegakan hukum perdata. Keputusan akhir dalam kasus ini akan berdampak signifikan pada masa depan perdagangan kripto dan regulasi aset digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Array