Apple Merilis Masa Depan: Inilah Vision Pro, Headset AR yang Mengubah Dunia!

Array

Apple Merilis Masa Depan: Inilah Vision Pro, Headset AR yang Mengubah Dunia!

Setelah bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi, Apple akhirnya membuka tabir tentang inovasi terbarunya: Vision Pro.

Headset augmented reality (AR) ini menggabungkan dunia nyata dan virtual untuk menawarkan pengalaman baru dalam hiburan, produktivitas, dan lainnya, semua dalam satu perangkat yang bisa dipakai.

Sambut Masa Depan: Vision Pro dari Apple

Vision Pro bukan hanya sekadar headset; ini adalah jendela ke kemungkinan-kemungkinan baru. Dirancang untuk menawarkan pengalaman AR yang mendalam, headset ini mengambil dunia nyata yang familiar di sekitar kita dan menambahkan konten digital.

Baca Juga: Saingan Apple, Meta Luncurkan Headset VR “Quest 3” dengan Harga Rp7,4 Juta!

Gabungan dari dunia nyata dan virtual ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan jendela antarmuka, layar video, dan grafis 3D di lingkungan sehari-hari mereka.

Hardware dan Software Vision Pro

headset vr apple
Digital Trends

Vision Pro menggunakan chip M2 yang sama dengan lini komputer Mac dari Apple, dan kemudian ditingkatkan dengan chip R1 baru yang digunakan untuk menangani semua data yang berasal dari kamera dan sensor bawaan.

Headset ini menggunakan sistem operasi visionOS baru dari Apple, yang dibangun khusus untuk perangkat komputasi spasial dan mengandalkan navigasi berbasis tangan dan gerakan.

Headset Apple ini memiliki paket baterai eksternal yang terhubung melalui kabel agar tidak membebani visor.

Baterai akan bertahan selama sekitar 2 jam, tetapi headset juga dapat digunakan secara terus-menerus saat terhubung ke stopkontak.

Vision Pro dilengkapi dengan kamera dan sensor eksternal, yang memungkinkan navigasi berbasis tangan dan gerakan tanpa memerlukan pengendali fisik.

Desain modular dikembangkan untuk menekankan kenyamanan dan kecocokan, dengan berbagai opsi tali tersedia.

Spesifikasi teknis lengkapnya belum diungkap, tetapi Apple mengatakan bahwa tampilan ganda (satu untuk setiap mata) secara kolektif akan menampilkan 23 juta piksel—pendekatan yang memberikan gambar yang lebih baik dari 4K ke setiap mata, sepertinya memungkinkan grafik yang tajam dan jelas.

Sementara itu, desain latency rendah dimaksudkan untuk menghindari jenis penyakit gerak yang kadang-kadang memicu headset AR dan virtual reality (VR) dari pesaing dalam pemakai.

Salah satu fitur menonjol termasuk kamera 3D bawaan yang dapat mengambil foto dan video dengan kedalaman, dan kemudian kamu akan dapat melihat media dengan audio spasial melalui headset.

Baca Juga: Dijual Rp15,2 Juta Per Buah, Ini Dia Headset Virtual Reality Teringan di Dunia!

Headset ini juga dapat menciptakan “Persona,” rekreasi digital pemakai yang dikembangkan melalui kamera dan teknik pembelajaran mesin.

Saat melakukan panggilan video melalui FaceTime, orang lain akan melihat Persona pemakai bereaksi secara real-time berdasarkan apa yang dilakukan pengguna.

Apple Vision Pro tidak dipasarkan sebagai headset realitas virtual, tetapi kamu dapat sepenuhnya tenggelam dalam pengalaman dan memblokir pandangan dunia nyata kamu.

Misalnya, kamu dapat menyalakan film di layar raksasa dan mengubah latar belakang menjadi adegan fantastis atau bahkan bioskop virtual kosong.

Namun, Apple tidak menunjukkan game dan pengalaman VR yang khas dan mendalam, menyarankan fokus khusus pada pengalaman augmented reality.

Game-game yang ditunjukkan Apple selama presentasi hari ini adalah game Apple Arcade yang ada yang dibangun untuk perangkat iOS, yang dapat dimainkan di layar digital melalui Apple Vision Pro menggunakan pengendali Xbox atau PlayStation.

Detail lebih lanjut tentang Apple Vision Pro akan dirilis sepanjang minggu di WWDC, kata perusahaan tersebut, dan juga dalam beberapa bulan menjelang rilis awal 2024.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array