Pengadilan Kriminal Pendiri Tornado Cash: Pertarungan Privasi Crypto yang Menentukan

Pengadilan Kriminal Pendiri Tornado Cash: Pertarungan Privasi Crypto yang Menentukan

Apakah kamu siap menyaksikan salah satu pengadilan kriminal yang paling ditunggu di dunia crypto? Roman Storm, salah satu pendiri Tornado Cash, bersiap untuk menghadapi persidangan yang menjanjikan pertarungan hukum sengit.

Dengan tuduhan yang meliputi konspirasi pencucian uang hingga pelanggaran regulasi ekonomi darurat internasional, kasus ini diprediksi akan menjadi batu penjuru bagi masa depan privasi perangkat lunak dan komunitas Web3.

Strategi Pertahanan di Pengadilan

Tim hukum Roman Storm telah menyiapkan strategi pertahanan yang kuat untuk menghadapi persidangan pada September 2024. Mereka akan berupaya membuktikan bahwa tuduhan yang dihadapi Storm, termasuk konspirasi untuk menjalankan bisnis transfer uang tanpa lisensi, tidak memiliki dasar yang kuat.

Baca Juga: Heboh! ETF Bitcoin Alami Pasang Surut, Siapa Juaranya?

Dengan dukungan dari para pendukung hak atas privasi, Storm menyerukan dukungan moral dan finansial. Ia telah meminta donasi untuk membantu biaya pertahanan hukumnya, yang hingga kini telah mengumpulkan lebih dari $28.000. Persidangan yang akan berlangsung pada 23 September 2024 ini diharapkan akan menjadi momen krusial bagi banyak pihak yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Dampak Luas bagi Komunitas Crypto

lazarus korea
Bleeping Computer

Roman Storm meyakini bahwa hasil dari persidangan ini akan sangat mempengaruhi komunitas crypto dan privasi perangkat lunak. Tuduhan yang dihadapinya berkaitan dengan dugaan fasilitasi upaya kelompok peretas Lazarus Group asal Korea Utara untuk menghindari sanksi AS, menambah kompleksitas kasus ini.

Tornado Cash sendiri telah dimasukkan ke dalam daftar Specially Designated Nationals oleh Departemen Keuangan AS pada Agustus 2022.

Hal ini memicu reaksi dari para advokat crypto yang mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS, dengan alasan bahwa Office of Foreign Assets Control (OFAC) telah melampaui batas wewenangnya dalam memberlakukan sanksi terhadap Tornado Cash. Saat ini, dua kasus yang diajukan oleh investor crypto dan Coin Center sedang dalam proses banding setelah kalah dalam putusan ringkasan.

Paragraf Penutup

Kasus Roman Storm dan Tornado Cash ini tidak hanya sekedar persidangan kriminal, tetapi juga pertarungan ideologi tentang privasi dan regulasi crypto di era digital. Apapun hasilnya, persidangan ini dipastikan akan menjadi preseden penting dan mungkin menentukan arah masa depan privasi dalam teknologi crypto.

Mari kita saksikan bersama, apakah hak atas privasi akan dapat bertahan dalam gelombang regulasi yang semakin ketat.

Baca Juga: Iris Energy Tingkatkan Kapasitas Penambangan Bitcoin, Harga Bitcoin Bisa Meroket 2024?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi