Aksi Penegakan Hukum SEC Terhadap Crypto Mencapai Puncak Baru di 2023

Aksi Penegakan Hukum SEC Terhadap Crypto Mencapai Puncak Baru di 2023

Tahun 2023 menjadi saksi peningkatan dramatis dalam penegakan hukum oleh Securities and Exchange Commission (SEC) terhadap perusahaan-perusahaan crypto. Dengan lonjakan aksi hukum yang hampir dua kali lipat sejak tahun 2021, industri crypto menghadapi gelombang baru pengawasan regulasi. Data terbaru menunjukkan bahwa SEC tidak main-main dalam menindak pelanggaran di ranah mata uang digital ini. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Penegakan Hukum SEC yang Agresif

penegakan hukum agresif
Sumber: Cornerstone Research

Pada tahun 2023, SEC mencatatkan rekor baru dengan melancarkan 46 tindakan penegakan hukum terhadap berbagai entitas di industri crypto. Ini menandai peningkatan sebesar 53% dibandingkan tahun 2022.

Gary Gensler, yang memimpin SEC sejak 2021, tampaknya mengambil pendekatan yang lebih keras terhadap pelanggaran di sektor ini. Dari total tindakan tersebut, 20 kasus diselesaikan melalui prosedur administratif internal.

Salah satu kasus yang paling menonjol adalah denda yang dijatuhkan kepada Kim Kardashian karena promosi token EMAX tanpa mengungkapkan bahwa ia menerima $250.000 untuk promosi tersebut. Kardashian setuju untuk membayar denda sebesar $1,26 juta.

Baca Juga: Apakah SEC Akan Mengubah Nasib Pasar Crypto? Ini Pengaruh SEC Bagi Industri Crypto!

Kasus-kasus Berprofil Tinggi dan Dampaknya

contoh kasus white collar crime
The image created by OpenAI

Kasus-kasus besar seperti kegagalan FTX dan beberapa perusahaan crypto lainnya pada tahun 2022 telah memberikan efek jangka panjang. SEC saat ini sedang menangani kasus terhadap Coinbase dan Binance, yang keduanya berfokus pada klasifikasi hukum aset yang diperdagangkan di kedua bursa tersebut.

Coinbase berusaha untuk mendapatkan penolakan dini atas gugatan yang diajukan pada Juni 2023. Sementara itu, Binance menghadapi situasi yang lebih rumit setelah mengakui pelanggaran hukum terkait kontrol anti pencucian uang.

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, mengundurkan diri sebagai CEO dan menunggu hukuman yang bisa mencapai 18 bulan penjara. SEC berargumen bahwa penyelesaian kasus Binance menunjukkan bahwa mereka sadar telah menargetkan pelanggan di AS secara tidak tepat.

Baca Juga: Revolusi ETF Ethereum: SEC AS Siap Sahkan Banyak Aplikasi Secara Bersamaan!

Perkembangan Terkini dan Prediksi Masa Depan

Pada tahun 2023, SEC juga menangani kasus Terraform Labs, di mana hakim federal memutuskan bahwa empat token crypto mereka merupakan sekuritas yang tidak terdaftar. Keputusan ini berbeda dengan kasus Ripple, di mana hakim memutuskan bahwa token asli bursa, XRP, bukanlah sekuritas dalam beberapa kasus.

Di sisi lain, SEC telah mendapat kritik atas tindakannya yang dianggap melampaui batas dalam mengejar Digital Licensing Inc. Hakim distrik AS Robert Shelby menuduh SEC membuat “pernyataan yang salah dan menyesatkan” untuk membekukan aset perusahaan. SEC kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Kesimpulan

Dengan peningkatan signifikan dalam tindakan penegakan hukum oleh SEC terhadap industri crypto di tahun 2023, pasar mata uang digital menghadapi era baru pengawasan dan regulasi. Bagaimana hal ini akan mempengaruhi masa depan crypto dan inovasi di sektor ini masih harus kita saksikan di tahun-tahun mendatang.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi