Geger! Pendiri Remilia Mengaku Diretas, Jutaan Dolar Raib

Geger! Pendiri Remilia Mengaku Diretas, Jutaan Dolar Raib

Dunia kripto kembali digemparkan dengan kabar peretasan yang menimpa Remilia, sebuah organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang menaungi koleksi NFT Milady Maker. Pendiri Remilia, Krishna Okhandiar, yang juga dikenal sebagai Charlotte Fang, mengklaim bahwa dirinya telah diretas setelah sejumlah besar Ethereum (ETH) dan nonfungible token (NFT) ditransfer ke dompet yang terlibat dalam likuidasi aset. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini pertama kali diungkap oleh Dumpster DAO di Twitter, yang membagikan tangkapan layar Okhandiar yang mengatakan, “Saya terkuras,” bersama dengan tautan ke alamat yang menerima aset dari dompet yang terkait dengan Remilia. Catatan blockchain menunjukkan bahwa alamat tersebut telah menjual banyak NFT yang terkait dengan Milady, termasuk yang dipertaruhkan di NFTx. Sebanyak $1 juta dalam bentuk Ether telah ditransfer ke alamat lain dan saat ini masih menyimpan hampir $1 juta dalam Ether dan berbagai token lainnya pada saat publikasi.

Meskipun metode peretasan yang tepat tidak jelas, perusahaan keamanan blockchain PeckShield menunjukkan transaksi sebelumnya dari dompet kas Remilia ke dompet yang terlibat dalam pengurasan, seperti yang dirinci dalam sebuah posting di Twitter.

Pada bulan September 2023, Fang mengumumkan di platform media sosial Twitter bahwa seorang pengembang dalam ekosistem Milady telah berhasil mengalihkan sekitar $1 juta dalam bentuk biaya yang dihasilkan dari Remilia Corporation. Menurut Fang, penyerang telah berhasil mengambil alih tiga akun Twitter, termasuk Miladymaker dan Remilionaire, sementara Remiliacorp terkunci.

Baca Juga: Waspada, Komunitas Peretas Solana Kini Lebih dari 6.000 Anggota!

Dampak Peretasan

dampak peretasan
Sumber: Akun X Dumpster DAO

Peretasan ini tentu saja berdampak besar pada Remilia dan komunitasnya. Harga lantai NFT Milady, yang sempat melonjak setelah didukung oleh CEO Tesla Elon Musk, kini telah turun drastis. Kepercayaan investor terhadap proyek Remilia juga ikut terguncang, mengingat ini bukan pertama kalinya perusahaan tersebut mengalami masalah keamanan. Pada bulan September 2023, Remilia juga pernah diretas dan kehilangan sekitar $1 juta dalam bentuk ETH dan NFT.

Peretasan ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pelaku industri kripto untuk lebih meningkatkan keamanan sistem mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, peretasan dan eksploitasi telah menjadi masalah yang semakin serius di dunia kripto, dengan kerugian mencapai miliaran dolar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan kripto untuk menerapkan langkah-langkah keamanan yang ketat untuk melindungi aset pengguna mereka.

Baca Juga: Peretas KyberSwap Pindahkan $2,5 Juta Dana Curian ke Ethereum

Tanggapan Remilia

Hingga saat ini, Remilia belum memberikan pernyataan resmi terkait peretasan yang terjadi. Namun, Okhandiar telah menyatakan bahwa dirinya sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki kasus ini dan berusaha untuk memulihkan aset yang hilang. Komunitas Remilia berharap bahwa perusahaan tersebut dapat segera menyelesaikan masalah ini dan mengembalikan kepercayaan investor.

Kesimpulan

Peretasan Remilia menjadi contoh nyata dari pentingnya keamanan dalam dunia kripto. Perusahaan kripto harus terus berupaya meningkatkan sistem keamanan mereka untuk melindungi aset pengguna dari ancaman peretasan. Kehilangan jutaan dolar akibat peretasan dapat berdampak besar pada perusahaan dan komunitas kripto secara keseluruhan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi