JPMorgan Chase Lakukan Penarikan Dana Sebesar Rp1.200 Triliun, Apa yang Terjadi?

JPMorgan Chase Lakukan Penarikan Dana Sebesar Rp1.200 Triliun, Apa yang Terjadi?

Dalam kurun waktu satu kuartal, 3 bank paling dominan di Amerika harus merelakan deposit sejumlah Rp1.200 triliun. Menurut laporan terkini dari JPMorgan Chase, Wells Fargo dan Citigroup, terjadi penurunan deposit pada kuartal ketiga.

Rincian Penurunan Deposit

Laporan pendapatan kuartal ketiga dari JPMorgan Chase menunjukkan adanya penurunan deposit sebesar Rp441 triliun, dari Rp33.930 triliun menjadi Rp33.489 triliun.

Wells Fargo melaporkan penurunan sebesar Rp101 triliun, dari Rp19.171 triliun menjadi Rp19.070 triliun, sementara Citi mencatat penurunan sebesar Rp660 triliun, dari Rp18.784 triliun menjadi Rp18.124 triliun.

Baca Juga: Survei JPMorgan: 43 Juta Orang Amerika Punya Aset Crypto, Apa Penyebabnya?

Meski mengalami penurunan deposit, JPMorgan Chase mencatat pendapatan bersih sebesar Rp187,8 triliun.

Pernyataan CEO JPMorgan

jpmorgan prediksi bitcoin
Cripto Tendencia

Jamie Dimon, CEO JPMorgan, dalam pernyataannya kepada pemegang saham, memberikan peringatan mengenai ketegangan global dan potensi kenaikan suku bunga di masa mendatang. Dimon menyatakan bahwa kita saat ini berada dalam era yang mungkin paling berbahaya yang pernah dilihat dunia dalam beberapa dekade.

“Konsumen dan bisnis AS pada umumnya tetap sehat, meski konsumen menghabiskan cadangan uang tunai mereka. Namun, pasar tenaga kerja yang terus menerus ketat serta tingkat utang pemerintah yang sangat tinggi dengan defisit fiskal damai terbesar sepanjang sejarah meningkatkan risiko inflasi tetap tinggi dan suku bunga naik lebih jauh dari sini.

Kesimpulan

Kita masih belum mengetahui dampak jangka panjang dari pengetatan kuantitatif, yang mengurangi likuiditas di sistem pada saat kemampuan pembuatan pasar semakin terbatas oleh regulasi.

Lebih lanjut, konflik di Ukraina yang diperparah oleh serangan terakhir di Israel mungkin memiliki dampak jangkauan jauh pada pasar energi dan makanan, perdagangan global, dan hubungan geopolitik.

Baca Juga: Heboh, Bitcoin Dinilai Lebih Unggul 10x Dibandingkan Saham JPMorgan! Ini Kata Mike Novogratz!

Ini mungkin merupakan waktu paling berbahaya yang pernah dilihat dunia dalam beberapa dekade. Meski kita berharap yang terbaik, kita mempersiapkan perusahaan untuk berbagai hasil sehingga kita dapat secara konsisten memberikan hasil bagi klien tidak peduli lingkungannya.”

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: