Penambang Bitcoin Beralih ke AI Pasca Halving, Bagaimana Prospeknya?

Penambang Bitcoin Beralih ke AI Pasca Halving, Bagaimana Prospeknya?

Jakarta, Pintu News – Peristiwa halving Bitcoin yang terjadi pada Jumat malam (4/3/2023) telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap penambangan mata uang kripto. Halving, yang mengurangi laju pertumbuhan pasokan Bitcoin hingga 50%, membuat para penambang menghadapi lonjakan biaya operasional yang signifikan.

Sebagai respons, beberapa penambang mulai mempertimbangkan sumber pendapatan alternatif, seperti kecerdasan buatan (AI). Simak berita lengkapnya berikut ini!

Dampak Halving terhadap Biaya Penambangan Bitcoin

Laporan dari CoinShares, sebuah perusahaan manajemen aset digital, memperkirakan bahwa biaya penambangan Bitcoin akan hampir dua kali lipat pasca halving. Biaya tunai produksi rata-rata diperkirakan akan melonjak dari $29.500 menjadi sekitar $53.000 per Bitcoin. Biaya listrik juga diperkirakan akan meningkat dari $16.300 pada kuartal keempat 2023 menjadi $34.900 per Bitcoin yang ditambang setelah halving.

Lonjakan biaya ini mendorong perusahaan penambangan untuk mencari opsi yang lebih ekonomis. Beberapa perusahaan, seperti BitDigital, Hive, dan Hut 8, telah mulai menghasilkan pendapatan dari teknologi AI, memanfaatkan kemampuan komputasi mereka di luar penambangan mata uang kripto. CoinShares juga menyebutkan bahwa TeraWulf dan Core Scientific tidak hanya aktif di sektor AI, tetapi juga berencana untuk memperluas operasi AI mereka.

Baca Juga: Biaya Transaksi Bitcoin Anjlok Setelah Capai Rekor Tertinggi $128 di Hari Halving!

Strategi Penambang Bitcoin Pasca Halving

grafik hashrate bitcoin
Grafik Prediksi Hashrate Bitcoin. Sumber: Coinshares

Untuk mengatasi tekanan biaya yang meningkat, para penambang Bitcoin mulai mengadopsi berbagai strategi. Salah satu strateginya adalah dengan beralih ke lokasi dengan sumber daya energi yang terdampar (stranded energy). Lokasi-lokasi ini seringkali memiliki kelebihan energi yang tidak terpakai, sehingga dapat menawarkan biaya listrik yang lebih rendah bagi para penambang.

Selain itu, para penambang juga berinvestasi dalam teknologi AI. AI dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti mengoptimalkan konsumsi energi, meningkatkan efisiensi penambangan, dan mengembangkan perangkat keras yang lebih hemat biaya.

Dengan menggabungkan penambangan Bitcoin dengan AI, para penambang dapat mendiversifikasi operasi mereka dan meningkatkan ketahanan terhadap sifat siklus pasar mata uang kripto.

Baca Juga: Biaya Transaksi Bitcoin Anjlok Setelah Hari Halving, Menandai Perubahan Besar!

Prospek Penambangan Bitcoin dengan AI

Pergeseran fokus penambang Bitcoin ke AI membuka peluang baru dalam ekonomi digital. Integrasi teknologi blockchain dengan pembelajaran mesin dan aplikasi AI lainnya dapat menghasilkan inovasi dan profitabilitas yang lebih baik.

Kolaborasi antara penambangan mata uang kripto dan AI dapat menjadi tren masa depan, memadukan kekuatan teknologi blockchain dengan kecanggihan AI untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih efisien dan inovatif.

Kesimpulan

Halving Bitcoin telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap penambangan mata uang kripto. Para penambang menghadapi tantangan biaya yang meningkat, tetapi mereka juga melihat peluang baru dalam teknologi AI.

Dengan mengadopsi strategi yang tepat, seperti beralih ke lokasi dengan energi terdampar dan berinvestasi dalam AI, para penambang dapat bertahan dan bahkan berkembang dalam lingkungan pasca halving yang menantang ini.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi