Pemerintah Amerika Serikat Kini Pegang Bitcoin Senilai $13,82 Miliar!

author:

Pemerintah Amerika Serikat Kini Pegang Bitcoin Senilai $13,82 Miliar!

Jakarta, Pintu News – Pemerintah Amerika Serikat (AS) diketahuitelah memperluas kepemilikan Bitcoin-nya secara signifikan, dengan total kepemilikan saat ini mencapai 216.788 BTC atau setara dengan sekitar $13,83 miliar.

Peningkatan kepemilikan ini sebagian besar berasal dari penyitaan aset dari individu dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan ilegal, seperti perdagangan narkoba dan pencucian uang.

Pemerintah AS Sita Bitcoin dari Penjahat Siber

Salah satu penyitaan aset terbesar yang berkontribusi pada peningkatan kepemilikan Bitcoin pemerintah AS adalah kasus Banmeet Singh, seorang warga negara India yang mengaku bersalah atas tuduhan distribusi narkoba.

Baca juga: Bitcoin: Investasi Menggiurkan atau Sekadar Tren?

Singh menyerahkan sekitar $150 juta hasil kegiatan ilegalnya, termasuk 3.940 BTC yang saat ini bernilai sekitar $250 juta. Selain kasus Singh, pemerintah AS juga telah menyita Bitcoin dalam jumlah besar dari pelaku kejahatan siber lainnya.

Sumber: Dune

Menurut data dari perusahaan analitik blockchain Dune, pemerintah AS telah menyita sekitar 200.000 token sejak tahun 2020. Tiga penyitaan Bitcoin terbesar yang dilakukan pemerintah AS hingga saat ini adalah penyitaan Silk Road (69.369 BTC), penyitaan Bitfinex Hack (94.643 BTC), dan penyitaan James Zhong (51.326 BTC).

AS Menjadi Salah Satu Pemegang Bitcoin Terbesar di Dunia

Dengan kepemilikan Bitcoin yang besar, Amerika Serikat kini menjadi salah satu pemegang kripto terbesar di dunia.

Menurut data dari Arkham Intelligence, AS memegang sekitar 212.847 Bitcoin pada bulan April 2024, melampaui negara-negara seperti Inggris dan Jerman.

Kepemilikan BTC oleh Pemerintah AS – Sumber: Arkham Intelligence

Meskipun pemerintah AS memegang sejumlah besar Bitcoin, mereka juga telah menjual sebagian kepemilikannya secara berkala.

Pada bulan Maret 2023, pemerintah AS menjual sekitar 10.000 Bitcoin yang terkait dengan kasus Silk Road. Pada bulan Januari tahun ini, pemerintah mengumumkan rencana untuk menjual Bitcoin senilai sekitar $130 juta.

Baca juga: Heboh! Grayscale Mundur dari ETF Ethereum Futures, Apa yang Terjadi?

Kritik terhadap Regulator Kripto AS

Di tengah meningkatnya kepemilikan Bitcoin oleh pemerintah AS, regulator kripto di negara tersebut, Securities and Exchange Commission (SEC), menghadapi kritik keras dari anggota parlemen.

Congressman John Rose mengecam tindakan SEC yang dianggap terlalu agresif, terutama setelah mengeluarkan Wells Notice terhadap platform perdagangan Robinhood. Wells Notice adalah pemberitahuan resmi tentang kemungkinan tindakan penegakan hukum terhadap Robinhood.

Rose berpendapat bahwa tindakan SEC tersebut melampaui mandatnya untuk melindungi investor dan memastikan praktik pasar yang adil. Ia menilai tindakan SEC, khususnya di bawah kepemimpinan Gary Gensler, menghambat inovasi di pasar aset digital.

Rose menyerukan langkah-langkah legislatif untuk membatasi jangkauan regulasi SEC dan memastikan bahwa regulator tersebut mendukung, bukan menghambat, kemajuan teknologi.

Respon Legislatif terhadap Tindakan SEC

Kritik terhadap SEC tidak hanya datang dari Rose, tetapi juga dari anggota parlemen lainnya. Representative Mike Flood telah mengajukan proposal untuk mencabut SAB 121, sebuah standar akuntansi yang mengatur entitas yang memegang aset kripto untuk pengguna platform.

Pencabutan SAB 121 dapat terjadi pada bulan Mei mendatang. Selain itu, anggota parlemen dari Partai Republik, Tom Emmer, mengkritik penggunaan Wells Notice yang sering dilakukan SEC sebagai upaya untuk mengintimidasi industri aset digital. Emmer menilai bahwa ada kesenjangan antara regulator dan sektor yang diregulasi.

Secara keseluruhan, pemerintah AS terus memperluas kepemilikan Bitcoin-nya melalui penyitaan aset dari pelaku kejahatan siber. Namun, regulator kripto di negara tersebut, SEC, menghadapi kritik keras dari anggota parlemen yang menilai tindakan SEC terlalu agresif dan menghambat inovasi di pasar aset digital.

Respon legislatif terhadap tindakan SEC pun mulai bermunculan, dengan beberapa anggota parlemen mengajukan proposal untuk membatasi jangkauan regulasi SEC.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

*Featured Image: PYMNTS