Pejabat Sekolah Terjerat Kasus Mining Crypto di Sekolah!

Pejabat Sekolah Terjerat Kasus Mining Crypto di Sekolah!

Cryptocurrency atau mata uang digital semakin populer di seluruh dunia, tetapi penambangannya dapat menghabiskan banyak energi. Baru-baru ini, dua pejabat tinggi sekolah di Amerika Serikat didakwa atas tuduhan menjalankan operasi penambangan crypto di sekolah tempat mereka bekerja. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan penyalahgunaan sumber daya sekolah dan dugaan pencurian listrik. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Pejabat Sekolah Diduga Menambang Crypto di Sekolah

Jeffrey Menge, asisten kepala sekolah dan kepala bagian bisnis, serta Eric Drabert, direktur IT, diduga bekerja sama untuk menjalankan operasi penambangan crypto di 10 sekolah di distrik sekolah Patterson Joint Unified. Mereka memanfaatkan sumber daya sekolah, seperti listrik dan komputer, untuk menambang cryptocurrency.

Akibatnya, biaya listrik sekolah meningkat drastis. Menurut pernyataan dari Departemen Kehakiman AS, Menge dan Drabert diduga menambang cryptocurrency dan menyimpan hasilnya ke dompet digital mereka sendiri. Namun, pernyataan tersebut tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang jenis cryptocurrency yang ditambang atau berapa banyak sekolah yang terlibat dalam operasi penambangan ini.

Baca Juga: Mining Crypto Bertemu AI, Bagaimana Penambang Bitcoin Mencari Peluang Baru!

Dampak Penambangan Crypto terhadap Konsumsi Energi

bitcoin mining data
Penambangan Bitcoin vs peralatan rumah tangga (konsumsi listrik). Sumber: CoinGecko

Penambangan cryptocurrency dikenal sebagai kegiatan yang sangat boros energi. Untuk menambang satu Bitcoin saja, dibutuhkan sekitar 266.000 kilowatt-jam listrik. Proses penambangan ini bisa memakan waktu hingga tujuh tahun dan membutuhkan konsumsi listrik bulanan sebesar 143 kWh.

Sebagai perbandingan, konsumsi listrik bulanan rata-rata sebuah rumah tangga di Amerika Serikat pada tahun 2021 adalah sekitar 143 kWh. Meningkatnya aktivitas penambangan crypto telah menjadi perhatian pemerintah AS.

Departemen Energi AS baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan para penambang crypto untuk melaporkan konsumsi energi mereka selama enam bulan ke depan. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi pemborosan energi dan menjaga stabilitas jaringan listrik nasional.

Baca Juga: 7 Crypto Terbaik untuk Ditambang di 2024 & Tips Sukses Mining Crypto!

Dugaan Pencurian Dana Sekolah

Selain tuduhan penambangan crypto ilegal, Menge dan Drabert juga diduga melakukan pencurian dana sekolah. Menge diduga menggelapkan uang sekolah sebesar $1 juta hingga $1,5 juta, sedangkan Drabert diduga mencuri antara $250.000 hingga $300.000. Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana penambangan crypto dapat berdampak negatif terhadap masyarakat.

Tidak hanya menghabiskan banyak energi, penambangan crypto juga dapat menjadi sarana untuk melakukan tindak pidana, seperti pencurian dan penyalahgunaan sumber daya publik.

Kesimpulan

Kasus penambangan crypto di sekolah ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi dampak negatif dari aktivitas penambangan crypto. Pemerintah perlu membuat regulasi yang ketat untuk mengatur kegiatan penambangan crypto agar tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi