Pertama di Dunia, Konferensi Pers PBB Dipimpin oleh Robot AI! Ini yang Dibahas!

Pertama di Dunia, Konferensi Pers PBB Dipimpin oleh Robot AI! Ini yang Dibahas!

Dalam sebuah langkah futuristik yang menggemparkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru-baru ini mengadakan konferensi pers ‘AI for Good 2023’ yang dipimpin oleh robot AI. Artikel ini akan membahas bagaimana acara ini berlangsung, apa yang dibahas oleh robot AI ini, dan apa artinya bagi dunia kita. Simak berita lengkapnya berikut ini!

AI Menguasai Panggung PBB

Dilansir dari Cointelegraph, Robot AI membuat sejarah baru di PBB, memimpin konferensi pers dengan tenang dan efisiensi. Menggunakan teknologi kecerdasan buatan yang canggih, robot ini mampu memandu diskusi dengan lancar, memberikan informasi yang akurat dan berwawasan.

Konferensi pers ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga merayakan apa yang bisa dicapai melalui AI. Robot AI ini berhasil menunjukkan kemampuan unik mereka dalam menangani berbagai topik dan berinteraksi dengan peserta konferensi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Konferensi ini diselenggarakan oleh International Telecommunication Union, badan teknologi Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Jenewa pada tanggal 4 Juli – 7 Juli 2023 dan menghadirkan berbagai pembicara serta robot-robot tercanggih di dunia. PBB menyebutnya sebagai konferensi pers robot pertamanya.

Baca Juga: Teknologi AI Merupakan Masa Depan Industri Game? CEO Unity Ungkap Hal Ini!

Pembahasan Robot AI: Fokus pada Efisiensi dan Efektivitas

robot ai fokus pada efisiensi dan efektivitas
Robot AI Pimpin Konferensi Pers PBB. Sumber: New York Post

Dalam konferensi pers ini, robot AI membahas sejumlah isu penting. Salah satu fokus utama adalah bagaimana AI dan robot humanoid bisa berkontribusi pada efisiensi dan efektivitas para pemimpin dunia.

Robot AI berpendapat bahwa penggunaan teknologi AI dalam posisi kepemimpinan dapat mengurangi bias, meningkatkan transparansi, dan membuat proses pengambilan keputusan lebih efisien. Ini adalah perspektif yang menarik dan mungkin akan merubah cara kita memandang pemimpin dan proses pengambilan keputusan di masa depan.

Secara keseluruhan ada 9 robot yang hadir, termasuk Sophia, yang berperan sebagai duta inovasi robot pertama dari Program Pengembangan PBB, robot penyedia layanan kesehatan bernama Grace, dan robot bintang rock bernama Desdemona.

Baca Juga: Google Ubah Kebijakan Privasi untuk Pelatihan AI, Inovasi atau Kontroversi?

Apa Arti Ini Bagi Masa Depan Kepemimpinan?

Konferensi pers ini membuka pintu ke banyak pertanyaan tentang bagaimana teknologi AI dapat mengubah cara dunia dipimpin. Dengan kecerdasan buatan yang semakin canggih, apakah kita akan melihat lebih banyak robot di posisi kepemimpinan?

Penyelenggara acara mengatakan bahwa konferensi ini diadakan untuk memamerkan kemampuan dan keterbatasan AI dan robotika, serta cara-cara di mana keduanya dapat memajukan tujuan PBB dan “kolaborasi human-machine.”

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi: