Terungkap! Pando Asset dan BlackRock Bersaing Ketat dalam Perlombaan ETF Bitcoin!

Terungkap! Pando Asset dan BlackRock Bersaing Ketat dalam Perlombaan ETF Bitcoin!

Pertarungan sengit dalam dunia crypto semakin memanas dengan munculnya Pando Asset sebagai pesaing terbaru dalam perlombaan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Bersamaan dengan itu, BlackRock mengajukan model ETF yang direvisi, menambah ketegangan dalam persaingan yang sudah penuh dengan pemain besar. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Pando Asset: Kontestan Baru yang Menggemparkan

Pando Asset, manajer aset asal Swiss, secara mengejutkan mendaftarkan diri sebagai peserta ke-13 dalam perlombaan ETF Bitcoin spot di AS. Mereka mengajukan Formulir S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk Pando Asset Spot Bitcoin Trust. Trust ini bertujuan untuk mengikuti harga Bitcoin dengan Coinbase sebagai penjaga aset yang akan menyimpan Bitcoin atas nama trust.

Pando bergabung dengan pesaing berat seperti BlackRock, ARK Invest, dan Grayscale, yang semuanya berlomba untuk mendapatkan persetujuan. Pando datang terlambat dalam perlombaan ini, namun kehadirannya menimbulkan banyak pertanyaan.

Analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menyatakan kebingungannya mengenai waktu pengajuan Pando yang terbilang mepet. Dia juga mempertanyakan dampak yang akan terjadi jika ETF Pando menjadi salah satu yang disetujui, terutama terkait dengan keadilan dan implikasinya terhadap masyarakat.

Baca Juga: Laporan Palsu ETF BlackRock XRP Picu Lonjakan Harga XRP 15%

BlackRock dan Model ETF yang Direvisi

model etf pando asset
Sumber: Akun X Eric Balchunas

Di sisi lain, BlackRock telah bertemu dengan SEC untuk membahas model ETF yang telah direvisi. Pertemuan ini diadakan untuk menanggapi kekhawatiran SEC terkait dampak pada neraca keuangan dan risiko bagi broker-dealer AS yang berurusan dengan entitas crypto di luar negeri.

Model yang direvisi ini memungkinkan entitas di luar negeri mendapatkan Bitcoin dari Coinbase dan membayar broker-dealer yang terdaftar di AS dalam bentuk tunai, karena broker-dealer tersebut tidak dapat langsung menangani Bitcoin.

Balchunas menjelaskan bahwa broker-dealer tidak bisa bertransaksi dengan Bitcoin, dan SEC meminta agar model penebusan ETF dirancang sedemikian rupa sehingga penerbit harus bertransaksi dengan Bitcoin dan broker-dealer terhindar dari harus menggunakan anak perusahaan yang tidak terdaftar atau perusahaan pihak ketiga untuk menangani Bitcoin.

Baca Juga: BlackRock Ajukan Formulir S-1 untuk ETF Spot Ethereum! Apa Dampaknya bagi Market Crypto?

Perlombaan ETF Bitcoin Memasuki Babak Kritis

Perlombaan untuk mendapatkan persetujuan ETF Bitcoin spot di AS semakin mendekati titik kritis dengan mendekatnya batas waktu keputusan. Pando Asset telah menetapkan Coinbase Global Inc. sebagai penjaga aset dan Bank of New York Mellon sebagai administrator.

Trust ini akan menggunakan CF Bitcoin Reference Rate dari CME Group untuk data harga. Sementara itu, SEC terus berinteraksi dengan para pemohon lainnya, termasuk BlackRock dan Invesco, untuk membahas pengajuan mereka.

Pando saat ini menawarkan beberapa produk crypto yang diperdagangkan di bursa (ETP) di Eropa, namun ini akan menjadi produk Bitcoin pertama mereka yang ditujukan untuk investor AS. Dengan semua mata tertuju pada tanggal kritis, spekulasi dan antisipasi terus meningkat di antara para investor dan pengamat pasar.

Perlombaan untuk ETF Bitcoin spot di AS semakin menarik dengan masuknya Pando Asset dan revisi model ETF oleh BlackRock. Keputusan SEC yang akan datang dapat mengubah peta persaingan crypto dan membawa dampak signifikan bagi pasar keuangan global.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: