Otoritas Pajak Dunia Kian Gencar Kejar Pajak Crypto, Kabar Baik atau Ancaman?

Otoritas Pajak Dunia Kian Gencar Kejar Pajak Crypto, Kabar Baik atau Ancaman?

Ketika dunia semakin memperhatikan aset crypto, otoritas pajak dari berbagai negara mulai mengambil langkah tegas. Dari Inggris hingga Brasil, tuntutan untuk mendeklarasikan aset crypto yang belum dilaporkan semakin meningkat. Apakah kamu sudah siap menghadapi gelombang baru ini?

Inggris Tuntut Pajak Crypto Terlambat

Pemerintah Inggris melalui His Majesty’s Revenue and Customs (HMRC) telah memberikan kejutan yang kurang menyenangkan bagi para pemegang crypto. Mereka menuntut agar aset crypto yang belum dilaporkan selama empat, enam, atau bahkan dua puluh tahun terakhir untuk segera dideklarasikan.

Tidak hanya itu, HMRC juga mengingatkan tentang bunga yang dikenakan setiap hari sejak tanggal pajak terutang hingga dibayar. Dengan adanya tuntutan ini, aset crypto yang belum dilaporkan akan dianggap terlambat dan bunga pun akan terus bertambah.

Baca Juga: Inggris Dominasi Pasar Crypto di Eropa, Transaksi Capai $252 Miliar

Pengguna diharuskan untuk menyertakan semua jenis crypto, termasuk Bitcoin (BTC), NFT, dan utility tokens. Setelah mengungkapkan pajak yang belum dibayar, pengguna akan diberikan nomor referensi pembayaran dan memiliki waktu 30 hari untuk melunasi jumlah total yang terutang.

Spanyol dan Brasil Ikut Memperketat

regulasi pajak crypto spanyol
Sumber: Finbold

Di Spanyol, otoritas pajak telah mengeluarkan Formulir 721 yang mengingatkan warganya untuk mendeklarasikan aset crypto mereka, termasuk yang disimpan di luar negeri. Formulir ini akan mulai berlaku pada 1 Januari dan berakhir pada akhir Maret.

Namun, hanya individu dengan aset crypto yang melebihi €50.000 yang diwajibkan untuk melaporkan kepemilikan mereka. Sementara itu, di Brasil, sebuah rancangan undang-undang yang telah disetujui oleh Dewan Perwakilan dan diharapkan akan disahkan oleh Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, akan memajaki aset crypto yang disimpan di luar negeri.

Setiap warga Brasil yang mendapatkan lebih dari R$6.000 dari pertukaran yang berbasis di luar negeri akan dikenakan pajak mulai 1 Januari 2024. Dana yang diperoleh sebelum tanggal tersebut akan dikenakan pajak saat diakses oleh pemiliknya.

Kasus Binance.US Masih Dalam Penyelidikan SEC

Di Amerika Serikat, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) masih mencari bukti bahwa Binance.US memiliki akses belakang yang memungkinkan mereka mengendalikan aset pelanggan, mirip dengan kasus FTX.

Meskipun Binance dan mantan CEO Changpeng Zhao telah setuju untuk mengaku bersalah atas pelanggaran hukum Anti Pencucian Uang AS sebagai bagian dari penyelesaian $4,3 miliar dengan Departemen Kehakiman AS, Departemen Keuangan, dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas, kasus tersebut tidak mencakup klaim terkait penipuan dari gugatan SEC terhadap bursa crypto tersebut pada Juni.

Paragraf Penutup

Dengan semakin banyaknya negara yang memperketat regulasi pajak terhadap aset crypto, penting bagi kamu untuk tetap waspada dan memastikan bahwa semua aset crypto yang kamu miliki telah dideklarasikan dengan benar. Jangan sampai kejutan dari otoritas pajak mengganggu ketenanganmu di masa yang akan datang.

Baca Juga: Disambut Baik, Bagaimana Isi Kerangka Regulasi Crypto di Inggris?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi