OKX, Bursa Kripto Terbesar Ketiga di Dunia, Resmi Meluncur di Australia

OKX, Bursa Kripto Terbesar Ketiga di Dunia, Resmi Meluncur di Australia

Jakarta, Pintu News – Bursa kripto OKX resmi meluncurkan layanan perdagangan mata uang kripto di Australia. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya ekspansi OKX di kawasan Asia-Pasifik. Presiden OKX, Hong Fang, mengatakan bahwa Australia adalah pasar yang sangat potensial dan memiliki dinamika yang baik.

Ia juga menilai bahwa investor di Australia umumnya berpendidikan dan memiliki ketertarikan terhadap teknologi. Simak berita lengkapnya berikut ini!

OKX Buka Kantor di Australia

OKX telah membuka kantor di Australia sejak Maret tahun lalu. Langkah ini diambil karena melihat adanya minat yang besar terhadap mata uang kripto di Australia. OKX menilai Australia sebagai pasar pertumbuhan utama.

Layanan OKX yang berfokus pada Australia sejak 20 Maret lalu telah berpindah dari perusahaan yang berbasis di Seychelles ke entitas lokal OKX Australia Pty Ltd yang menangani pertukaran kripto dan layanan fiat, serta OKX Australia Financial Pty Ltd yang menangani produk derivatif dan margin.

Baca Juga: OKX Raih Lisensi Pembayaran Utama dari MAS Singapura, Siap Revolusi Transfer Lintas Batas

OKX Patuhi Regulasi Australia

okx patuhi regulasi australia
Sumber: OKX

Namun, undang-undang Australia mengharuskan pengguna lokal untuk lulus penilaian kesesuaian dan memenuhi definisi klien grosir – persyaratan hukum berdasarkan Undang-Undang Korporasi 2001. Terlepas dari rintangan peraturan, Hong Fang memuji regulator Australia karena terlibat dengan mereka secara terbuka dan transparan.

OKX juga telah menghentikan penawaran perdagangan salinan, produk yang menghasilkan hasil, dan perdagangan beberapa token untuk mematuhi undang-undang setempat. Token yang tidak didukung telah ditarik sejak 20 Maret.

Baca Juga: OKX Luncurkan Platform Lokal di Turki, Perluas Jangkauan Global

OKX Yakin Tidak Akan Alami Masalah Perbankan

Hong Fang tidak berbicara secara rinci tentang mitra pembayaran dan perbankan OKX, tetapi mengatakan kepada Cointelegraph bahwa mereka tidak memperkirakan adanya masalah dengan mitra mereka seperti yang dialami oleh bursa kripto pesaing, Binance, di Australia.

Ia mengatakan bahwa OKX telah melakukan banyak pekerjaan di muka dan memastikan bahwa mereka mengevaluasi pertanyaan itu sebelum peluncuran. Jika mereka merasa tidak nyaman, mereka tidak akan datang ke pasar.

OKX adalah bursa kripto terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume, di belakang Bybit. OKX mencatat volume perdagangan sebesar $2,8 miliar dalam sehari terakhir, menurut CoinGecko.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi