Hadirkan Guru Digital Pertama di Dunia, OIAI Membuka Era Baru dalam Pendidikan!

author:

Hadirkan Guru Digital Pertama di Dunia, OIAI Membuka Era Baru dalam Pendidikan!

Otermans Institute telah mengumumkan penciptaan guru digital berbasis AI pertama di dunia, OIAI, yang dirancang untuk mengatasi kekurangan 69 juta guru di seluruh dunia dan merevolusi lanskap pendidikan.

Platform pendidikan inovatif ini menggunakan guru digital yang ditenagai oleh Kecerdasan Buatan, mampu memberikan pengalaman belajar yang personal dan menyerupai manusia kepada peserta didik di seluruh dunia.

Mengatasi Krisis Kekurangan Guru Global

guru ai digital
Sumber: PR Newswire

Dengan kekurangan guru sebanyak 69 juta di seluruh dunia, memenuhi kebutuhan pendidikan dasar populasi global menjadi tantangan besar. Metode tradisional terbukti tidak memadai, karena jumlah peserta didik jauh melebihi ketersediaan guru nyata. OIAI hadir untuk menjembatani kesenjangan ini dengan menawarkan guru digital berbasis AI yang mampu mengajar secara remote dan melayani kebutuhan belajar individu siswa.

Baca juga: Canggih! Meta Siap Luncurkan Chatbot AI dengan Kepribadian Manusia

Beatrice, guru digital berbasis AI pertama, merupakan pencapaian penting bagi OIAI. Dibuat oleh Dev Aditya dan Dr. Pauldy Otermans, Beatrice memiliki kualitas manusiawi, memungkinkannya untuk mengajar keterampilan lunak penting, termasuk komunikasi efektif, kepemimpinan, dan berpikir kritis.

Webinar gratis pertamanya tentang penulisan CV menarik 37.000 pengunjung dalam waktu kurang dari 72 jam, menunjukkan kebutuhan besar akan instruksi yang disesuaikan dan mudah diakses.

Pemberdayaan Peserta Didik dan Meningkatkan Akses ke Pendidikan Berkualitas

Guru digital OIAI menawarkan solusi unik untuk kekurangan guru manusia di seluruh dunia. Mereka dapat mengotomatiskan pembelajaran, memberikan pendidikan kepada mereka yang tidak dapat mengakses sumber daya berkualitas, dan membantu guru manusia dalam melacak kemajuan siswa sepanjang waktu.

Platform ini bertujuan untuk mendemokratisasi pendidikan, memberdayakan peserta didik dari semua latar belakang dengan pengalaman pendidikan yang dipersonalisasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Perjalanan OIAI dimulai lebih dari dua tahun yang lalu ketika para penciptanya meluncurkan versi pertama Beatrice untuk melatih pengungsi di kamp BCF UNHCR di Irak Utara. Keberhasilan inisiatif ini menjadi dasar untuk pengembangan platform, membuka jalan bagi ekspansinya dan dampak global.

Baca juga: Microsoft dan Jepang Berkolaborasi dalam Penggunaan ChatGPT untuk Tugas Administratif

Merevolusi Lanskap Pendidikan dengan Guru Berbasis AI

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) oleh OIAI merupakan langkah penting dalam mengatasi kesenjangan pendidikan antara negara dan individu. Dengan memanfaatkan kekuatan AI, platform ini bertujuan untuk merevolusi lanskap pendidikan, membuat pembelajaran dapat diakses, menarik, dan terjangkau bagi semua orang.

Pendekatan berbasis teknologi ini terhadap pendidikan menjanjikan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk berkembang di dunia modern.

OIAI membayangkan masa depan di mana guru berbasis AI seperti Beatrice akan menjadi bagian integral dari kehidupan peserta didik. OIAI berusaha untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dalam perjalanan pendidikan mereka dengan menawarkan guru personal di setiap saku peserta didik.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: