NYDFS Ajukan Regulasi Terkait Listing dan Delisting Aset Crypto, Seperti Apa?

author:

NYDFS Ajukan Regulasi Terkait Listing dan Delisting Aset Crypto, Seperti Apa?

New York kembali menjadi sorotan dengan kebijakan crypto terbarunya! Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York (NYDFS) mengumumkan kerangka kerja baru yang akan meningkatkan transparansi seputar aktivitas terkait crypto, termasuk penambahan dan penghapusan mata uang crypto. Mari kita telusuri lebih lanjut dampak dari kebijakan ini.

Kriteria Baru untuk Penambahan dan Penghapusan Crypto

NYDFS menekankan pentingnya menilai risiko hukum, reputasi, dan pasar dari setiap koin baru yang akan ditambahkan. Selain itu, perusahaan juga harus menetapkan prosedur bagaimana mereka akan membalikkan proses dengan menghapus token tersebut.

Baca juga: Khawatir Soal Aktivitas Ilegal, Korea Selatan Gempur Pasar Crypto OTC!

Superintendent NYDFS, Adrienne Harris, mengatakan bahwa panduan ini akan membantu meningkatkan standar terkait penawaran crypto. Ia menemukan banyak kekurangan dalam studi terbaru dan mengatakan,

“Ketika kita tahu bahwa sebuah koin yang seseorang anggap baik, ketika kita melihat risiko baru muncul atau koin disalahgunakan, kami ingin entitas kami memiliki cara untuk menghapus koin dengan cara yang masih melindungi konsumen dan melindungi keamanan dan keandalan.”

Perusahaan crypto yang terdaftar di negara bagian ini diharuskan untuk mengajukan kebijakan penambahan dan penghapusan koin baru ke NYDFS. Kebijakan tersebut harus mencerminkan model bisnis, operasi, dan pelanggan perusahaan.

Tanggapan Industri dan Dampaknya

NYDFS telah dikenal dengan sikap regulasi ketatnya terhadap pasar crypto, memberlakukan denda dan penegakan hukum terhadap perusahaan crypto.

Tindakan NYDFS terhadap Paxos menyebabkan tantangan besar bagi Binance setelah diperintahkan untuk berhenti mencetak BUSD pada bulan Februari. Coinbase, BitPay, dan Robinhood di antara yang lain dikenakan denda oleh NYDFS.

Lebih lanjut, Harris mencatat bahwa unit crypto NYDFS kini memiliki sekitar 60 staf, hampir tiga kali lipat dari dua tahun lalu.

Baca juga: Revisi Regulasi Cryptonya, Malta Siap Implementasikan MiCA

Apa Langkah Selanjutnya?

Kerangka kerja yang diusulkan terbuka untuk komentar publik dibuka hingga 20 Oktober 2023.

Menurut laporan, perusahaan crypto dapat melanjutkan penambahan setelah kebijakan mereka disetujui oleh NYDFS. Namun, perusahaan harus terus memberikan pemberitahuan tertulis sebelum menambahkan crypto baru dan berbagi detail tentang semua crypto yang ditawarkan atau digunakan.

Dengan kebijakan baru ini, New York kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan transparansi dan keamanan di pasar crypto. Bagi para pelaku industri, penting untuk memahami dan mematuhi kerangka kerja ini untuk memastikan kelangsungan bisnis mereka di masa depan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: