Ancaman NSA Terhadap Internet: Peringatan Edward Snowden Tentang Perluasan Pengawasan

Ancaman NSA Terhadap Internet: Peringatan Edward Snowden Tentang Perluasan Pengawasan

Jakarta, Pintu News – Edward Snowden, whistleblower NSA, baru-baru ini memperingatkan bahwa NSA hanya beberapa hari lagi akan “mengambil alih internet” dengan perluasan besar-besaran kekuasaan pengawasannya.

Ini terkait dengan pengajuan undang-undang baru yang bisa memperluas kekuasaan pengawasan pemerintah AS ke tingkat baru. Artikel ini akan mengeksplorasi isi undang-undang, reaksi yang ditimbulkannya, dan implikasi yang mungkin terjadi. Simak beritanya disini!

Rincian Undang-Undang dan Perluasan Pengawasan

ancaman nsa terhadap internet
Sumber: Akun X Edward Snowden

Undang-undang yang dimaksud mengubah dan memperpanjang bagian dari Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA) yang dikenal sebagai Seksyen 702. Saat ini, NSA dapat memaksa penyedia layanan internet seperti Google dan Verizon untuk menyerahkan data sensitif terkait target NSA.

Namun, perubahan “tidak mencolok” dalam definisi “penyedia pengawasan komunikasi elektronik” dalam rancangan FISA 702 ini bisa memungkinkan pemerintah AS untuk jauh melampaui cakupan saat ini.

Baca Juga: Microsoft Berinvestasi $1,5 Miliar pada Perusahaan AI Emirat yang Berbasis di Abu Dhabi!

Reaksi dan Perlawanan

Rancangan undang-undang ini awalnya mendapat banyak perlawanan dari anggota Kongres yang sadar privasi, tetapi akhirnya berhasil lolos di DPR AS pada 13 April. Beberapa penyesuaian telah dilakukan, termasuk memotong durasi kekuasaan pengawasan yang diusulkan dari lima tahun menjadi dua tahun dan beberapa perubahan minor terkait penyedia layanan yang termasuk dalam tindakan pengawasan.

reaksi perlawanan elizabeth
Sumber: Akun X Elizabeth Goitein

Namun, menurut Elizabeth Goitein, ko-direktur Liberty and National Security Program di Brennan Center for Justice, amendemen tersebut hanya sedikit mengurangi cakupan pengawasan yang diberikan kepada NSA. Dalam pandangannya, amendemen tersebut bahkan dapat membuat penyedia layanan seperti tukang bersih, tukang ledeng, dan penyedia layanan IT yang memiliki akses ke laptop dan router di dalam rumah orang dapat dipaksa untuk memberikan informasi dan bertindak sebagai “mata-mata pengganti.”

Baca Juga: Huawei Luncurkan Laptop Bertenaga AI, Picu Kontroversi di Amerika Serikat, Ada Apa?

Implikasi Lebih Lanjut dan Pengaruhnya Terhadap Privasi

Isu ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai privasi dan hak-hak konstitusional warga. Senator Ron Wyden menyebut rancangan undang-undang tersebut “mengerikan” dan mengatakan bahwa ia akan melakukan segala yang ia bisa untuk mencegahnya lolos di Senat.

Sebaliknya, anggota Kongres dari partai Republik, Anna Paulina Luna, yang menolak rancangan undang-undang di DPR, menyatakan bahwa Seksyen 702 adalah “perpanjangan yang tidak bertanggung jawab” dari kekuasaan NSA.

Rancangan undang-undang ini dijadwalkan untuk pemungutan suara pada 19 April di Senat AS. Ini mewakili salah satu ekspansi terbesar dan paling menakutkan dari otoritas pengawasan pemerintah dalam sejarah, menurut kritikus.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: