Nokia Optimis Metaverse Gantikan Smartphone di Masa Depan

Nokia Optimis Metaverse Gantikan Smartphone di Masa Depan

Dilansir dari laman Bitcoin.com, Nokia yang merupakan salah satu perusahaan pertama di dunia yang memproduksi sistem telepon seluler menyampaikan bahwa mereka percaya Metaverse akan membuat teknologi telepon menjadi ketinggalan jaman.

Pengunaan teknologi telepon diyakini akan tergantikan oleh pengalaman Metaverse imersif yang didukung oleh penggunaan headset virtual reality (VR) dan kacamata augmented reality.

Kedua dukungan teknologi ini akan memungkinkan para pengguna untuk berinteraksi dalam beberapa aktivitas di Metaverse. Selain itu, penggunaan Metaverse di berbagai industri pun diprediksi Nokia akan mengalami perkembangan yang signifikan.

Mengapa Nokia begitu yakin atas potensi yang dimiliki Metaverse mampu menggantikan fungsi dan kebutuhan masyarakat akan teknologi smartphone? Berikut ulasan lengkapnya.

Nokia Memprediksi Jatuhnya Pengembangan Ponsel Demi Metaverse

Nokia Memprediksi Jatuhnya Pengembangan Ponsel Demi Metaverse
Nokia

Setelah memahami potensi besar pengembangan Metaverse, Nokia memprediksi akan terjadi jatuhnya tren ponsel yang kemudian akan tergantikan oleh teknologi Metaverse.

Chief Strategy and Technology Officer Nokia, Nishant Batra mengatakan bahwa sementara penggunaan telepon masih eksis saat ini, maka pengalaman penggunaan Metaverse akan menjadi bentuk komunikasi utama di paruh kedua dekade ini.

Perangkat augmented reality masih dalam pengembangan untuk memberikan pengalaman penggunaan Metaverse yang lebih imersif. Meskipun demikian, Nokia percaya bahwa akan ada peningkatan minat masyarakat dunia pada perangkat tersebut yang pada akhirnya akan mendorong adopsi teknologi Metaverse ini.

Baca Juga: SM Ent Punya Metaverse! Ini Dia Beberapa Fakta Menariknya

Kunci untuk Masa Depan Digital Nokia

Kunci untuk Masa Depan Digital Nokia
Nokia

Menurut Batra, terdapat beberapa faktor yang harus diselaraskan agar masa depan industri berbasis Metaverse ini membuahkan hasil. Nokia optimis pengembangan teknologi Metaverse akan bertumbuh pesat terutama dengan dukungan yang dilakukan perusahaan seperti Meta yang menjadikan Metaverse sebagai sebuah tren.

Untuk mengetahui beberapa proyek Metaverse yang dikembangkan oleh perusahaan Meta sampai saat ini bisa kamu baca selengkapnya di sini.

Batra menjelaskan bahwa saat ini konsumen lebih khawatir tentang harga dan bentuk daripada institusi. Ia menambahkan bahwa adopsi teknologi Metaverse secara luas dari perusahaan dan konsumen akan sangat penting.

Selain itu, adopsi teknologi Metaverse ini pun akan sangat bergantung pada ketersediaan perangkat VR dan AR yang terjangkau dan ergonomis yang terhubung secara nirkabel.

Harga Perangkat Metaverse Alami Kenaikan Sejalan dengan Popularitas Teknologi Metaverse

Harga Perangkat Metaverse Alami Kenaikan Sejalan dengan Popularitas Teknologi Metaverse
CNET

Sementara itu, harga headset Metaverse keluaran beberapa brand populer telah mengalami kenaikan beberapa bulan belakangan ini. Salah satu contohnya adalah perusahaan Meta yang meningkatkan harga jual base headset mereka menjadi $400 pada bulan Juli 2022 yang lalu.

Selain itu, pada awal bulan Oktober 2022, perusahaan Meta juga memperkenalkan opsi penawaran perangkat premium seperti Quest Pro VR yang dibanderol dengan harga $1.500.

Headset virtual reality keluaran Meta pun diberikan perusahaan Meta untuk mendukung 10 kampus terpilih di dunia dalam mengembangkan pembelajaraan di ruang lingkup Metaverse. Simak juga tentang bagaimana Meta Membantu 10 Kampus Terpilih Bangun Kampus di Metaverse.

Tantangan Pengembangan Teknologi Metaverse

Tantangan Pengembangan Teknologi Metaverse
Nokia

Dilansir dari laman Bitcoin.com, monetisasi teknologi Metaverse akan menjadi hal yang sulit untuk dicapai karena perusahaan percaya akan ada fragmentasi dengan monetisasi tergantung pada pertumbuhan kasus penggunaan yang berbeda atas pengalaman dan perangkat Metaverse yang digunakan.

Adopsi industri Metaverse akan lebih mudah dicapai karena beberapa kasus penggunaan sudah dieksplorasi. Nokia memperkirakan bahwa semua konektivitas ini seiring waktu akan menciptakan peluang pengembangan sistem keamanan dan perusahaan-perusahaan dunia akan terlibat untuk mengamankan pengguna di Metaverse.

Referensi: