Nigeria Luncurkan Node Bitcoin Lightning Pertamanya: Transaksi Jadi Cepat, Mudah, dan Murah!

Nigeria Luncurkan Node Bitcoin Lightning Pertamanya: Transaksi Jadi Cepat, Mudah, dan Murah!

Lagos, ibu kota Nigeria, baru saja merilis Bitcoin Lightning Network (LN) pertamanya pada awal tahun 2023 ini. Hal ini diyakini sebagai sebuah langkah penting yang dilakukan Nigeria untuk menghubungkan negaranya ke jaringan pembayaran layer-2 dengan lebih baik.

Bagaimana peluncuran node Bitcoin Lightning ini akan berdampak pada industri crypto dan perekenomian Nigeria secara umum? Simak informasinya seperti dilansir laman Cointelegraph berikut ini.

Pembayaran Jadi Makin Instan Berkat Node Bitcoin Lightning!

Pembayaran Jadi Makin Instan Berkat Node Bitcoin Lightning!
Cointelegraph

Node Bitcoin Lightning di Lagos ini ditenagai oleh generator diesel mengingat Lagos seringkali mengalami pemadaman energi dan listrik.

Dalam sebuah diskusi dengan Cointelegraph, Megasley, orang pertama yang mengoperasikan node Lightning Nigeria di negara tersebut, membagikan visinya untuk menghadirkan pembayaran instan dan murah ke Afrika berkat teknologi LN. Ia mengatakan bahwa:

”Cahaya membutuhkan waktu 50 milidetik untuk melintasi bumi. Meskipun cepat, tetapi dengan banyaknya hambatan, waktu milidetik ini dapat bertambah. Hal yang sama saat kamu harus berdiri lama di tempat pembayaran untuk menunggu pembayaran kamu berhasil dilunasi. Situasi ini bisa membuat frustasi.”

Baca Juga: Habis Larang Warganya Narik Uang Cash, Kini Nigeria Getol Bikin Regulasi Stablecoin dan ICO

Megasley menjelaskan keinginannya agar orang Afrika memiliki pembayaran yang instan dan sedekat mungkin dengan gratis. Ia menambahkan bahwa jika seorang Bitcoiner Nigeria dan peritel Nigeria sama-sama terhubung ke sebuah node di Nigeria, hal ini akan memberi mereka pengalaman lightning terbaik.

Akankah Nigeria Memimpin Pembangunan Node Bitcoin Lightning Network Global?

Ketika ditanya tentang pentingnya membangun jaringan node yang luas di seluruh dunia untuk memfasilitasi pembayaran Bitcoin, Megasley mengatkan bahwa:

“Jika Bitcoin ingin berhasil, Bitcoin harus menjadi media pertukaran yang lebih baik, lebih mudah, dan lebih cepat daripada yang lama. Untuk mencapainya, kami perlu membangun jaringan node yang luas di seluruh dunia untuk memfasilitasi pembayaran ini.”

Meskipun Nigeria telah menunjukkan tanda-tanda adopsi Bitcoin yang menjanjikan seperti diskusi seputar Bitcoin tender legal, sistem keuangan Nigeria kini memberlakukan pembatasan keuangan yang cukup menyulitkan warganya.

Baca Juga: Pemerintah Nigeria Latih 30.000 Warganya Teknologi Blockchain!

Pembatasan tersebut dilakukan pemerintah Nigeria untuk memajukan kebijakan cash-less di Nigeria. Langkah ini juga diterapkan demi mempromosikan penggunaan eNaira, mata uang digital yang dirilis bank sentral Nigeria. Hal inilah yang kemudian membuat negara ini nekat membatasi jumlah uang tunai yang ditarik oleh warga Nigeria dan para pelaku bisnis.

Bagaimana cara kerja kebijakan pembatasan uang tunai di Nigeria tersebut? Simak informasi selengkapnya mengenai Nigeria Batasi Tarik Tunai Rp700 Ribuan Per Hari Demi CBDC di sini.

Referensi: