Negara G7 Luncurkan Kode Etik AI, Apa Saja Isinya?

author:

Negara G7 Luncurkan Kode Etik AI, Apa Saja Isinya?

Dalam upaya mengendalikan risiko dan potensi penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), negara-negara G7 telah sepakat untuk meluncurkan kode etik AI secara sukarela. Kode etik ini diharapkan menjadi panduan bagi perusahaan yang sedang mengembangkan sistem AI canggih.

Kode Etik AI G7

negara g7
Sumber: Blockchain News

Kode etik AI yang diluncurkan oleh G7 ini terdiri dari 11 poin yang bertujuan untuk mendorong pengembangan AI yang aman, terpercaya, dan dapat dipercaya di seluruh dunia. Kode ini juga dirancang untuk membantu “merebut” manfaat AI sambil tetap mengatasi dan memecahkan risiko yang ditimbulkannya.

Baca juga: OpenAI Luncurkan Tim Khusus untuk Meneliti Risiko AI bagi Umat Manusia

Selain itu, kode etik ini menyarankan agar perusahaan mempublikasikan laporan tentang kemampuan, keterbatasan, penggunaan, dan penyalahgunaan sistem yang sedang dibangun. Kontrol keamanan yang kuat untuk sistem tersebut juga sangat dianjurkan.

Respons Dunia Terhadap AI

strategi ai yunani
Sumber: Bitcoinist

Peluncuran kode etik AI oleh G7 ini merupakan respons terhadap tantangan yang ditimbulkan oleh perkembangan AI. Uni Eropa adalah salah satu yang pertama kali menetapkan pedoman dengan Undang-Undang AI-nya yang revolusioner, yang rancangan pertamanya disahkan pada bulan Juni.

Pada tanggal 26 Oktober 2023, Perserikatan Bangsa-Bangsa mendirikan komite penasihat yang terdiri dari 39 anggota untuk menangani masalah yang terkait dengan regulasi AI secara global. Pemerintah China juga telah meluncurkan regulasi AI sendiri, yang mulai berlaku pada bulan Agustus.

Baca juga: Inggris Luncurkan Lembaga Keamanan AI Pertama di Dunia, Gimana Proyek Kedepannya?

Dampak Kode Etik AI G7

Kode etik AI G7 ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam tata kelola AI oleh negara-negara besar. Dengan adanya kode etik ini, diharapkan perusahaan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurangi risiko sepanjang siklus hidup AI.

Selain itu, kode etik ini juga mendorong perusahaan untuk menangani insiden dan pola penyalahgunaan setelah produk AI dipasarkan. Perusahaan juga diharapkan untuk berinvestasi dalam kontrol keamanan yang kuat.

Dengan diluncurkannya kode etik AI oleh negara-negara G7, diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas bagi perusahaan dalam mengembangkan sistem AI yang aman dan dapat dipercaya.

Selain itu, kode etik ini juga diharapkan dapat membantu dalam mengatasi dan memecahkan risiko yang ditimbulkan oleh teknologi AI.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: