MI5 Memanfaatkan AI untuk Mengidentifikasi Ancaman Terorisme!

MI5 Memanfaatkan AI untuk Mengidentifikasi Ancaman Terorisme!

MI5, agen intelijen domestik Kerajaan Inggris, kini memanfaatkan kekuatan kecerdasan buatan (AI) untuk menilai apakah individu yang menonton video kekerasan online berpotensi menjadi ancaman teroris. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Pemanfaatan AI oleh MI5 dalam Melawan Terorisme

penggunaan ai dalam melawan terorisme

Dilansir dari NFT Evening, Ken McCallum, direktur jenderal MI5, mengungkapkan bahwa agensi tersebut telah mengembangkan alat AI sendiri untuk menganalisis video online yang ditonton oleh tersangka. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah potensi teroris yang sedang mengalami radikalisasi kekerasan menjadi risiko bagi keamanan nasional.

Alat AI ini tidak hanya menganalisis konten video tetapi juga mendeteksi kekerasan yang digambarkan dalam gambar. Dengan demikian, alat ini menghindari staf dari harus menonton rekaman mengerikan. McCallum menekankan peran matematika dan ilmu data dalam memastikan keamanan negara selama pidatonya di Universitas Glasgow.

Baca Juga: Disney Bentuk Task Force AI untuk Eksplorasi dan Penghematan Biaya

Signifikansi dan Kemampuan Alat Baru

McCallum menyoroti pentingnya alat baru ini. Dia menyatakan bahwa memahami apakah individu yang aktif di forum online sayap kanan ekstrem juga mengonsumsi konten kekerasan yang sangat grafis dapat sangat membantu dalam menilai tingkat ancaman yang mungkin mereka timbulkan.

Selain itu, MI5 telah mengambil langkah untuk mengotomatisasi proses identifikasi konten kekerasan dalam aliran data yang luas. Ini menunjukkan komitmen agensi dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan.

Baca Juga: Morgan Stanley: AI Merupakan Tren Investasi Sekuler untuk Dekade Mendatang

Integrasi AI dalam Aktivitas Pengawasan

integrasi AI MI5
Sumber: Lovemoney

McCallum juga mengungkapkan bahwa AI dapat menganalisis data audio yang dikumpulkan melalui aktivitas pengawasan. Ini merupakan aspek penting dari pekerjaan intelijen.

Dia juga menyebutkan bahwa mengubah data audio mentah menjadi wawasan berharga telah menjadi tugas yang memerlukan banyak upaya. Dengan integrasi AI, MI5 bertujuan untuk mengotomatisasi proses ini, memungkinkan analis untuk fokus pada interpretasi tingkat tinggi dan pengambilan keputusan.

Meskipun MI5 memanfaatkan teknologi AI untuk operasinya, McCallum mengakui pentingnya menarik bakat baru. Dia mendorong lulusan universitas yang tertarik dengan pertahanan, keamanan, dan AI untuk mempertimbangkan karier di MI5.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: