4 Komponen yang Wajib Ada di Game Metaverse, Nomor 3 Diluar Dugaan!

4 Komponen yang Wajib Ada di Game Metaverse, Nomor 3 Diluar Dugaan!

Sejak tahun 2022 hingga awal 2023 ini, banyak perusahaan besar ternama yang mulai mengadopsi Metaverse untuk luncurkan game berbasis Metaverse. Salah satu contohnya seperti H&M, brand fashion ternama, yang luncurkan game interaktif Loooptopia di Roblox, dan masih banyak lagi lainnya.

Dilansir dari Geek Metaverse, ownership dalam game merupakan komponen penting dalam mengembangkan game berbasis Metaverse dan Web3. Kira-kira apa komponen penting lainnya dalam game berbasis Metaverse dan Web3?

Berikut ini adalah 4 hal penting menurut Geek Metaverse yang diperlukan untuk mengembangkan game Metaverse:

1. Sistem Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR)

AR/VR Komponen Game Metaverse
Sumber: VRStation

Augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), yang memungkinkan pengalaman 3D yang sepenuhnya realistis dan imersif, merupakan teknologi utama yang mendorong pengembangan Metaverse.

AR mengubah dunia nyata menjadi dunia virtual dengan memanfaatkan komponen visual dan karakter. Karena sistem ini bekerja dengan smartphone dan gadget digital lainnya, pengguna dapat menikmati pengalaman yang imersif di mana pun mereka berada.

2. Cryptocurrency dan Blockchain

Crypto dan Blockchain Game Metaverse
Sumber: EKRUT

Teknologi blockchain mempermudah pembuatan Metaverse yang terdesentralisasi. Di era sekarang sangat mudah untuk membuktikan kepemilikan secara digital (ownership), transfer value, mengumpulkan aset digital, dan memiliki interoperabilitas.

Lalu, bagaimana dengan cryptocurrency? Cryptocurrency dapat digunakan untuk melakukan perdagangan dalam game Metaverse 3D yang imersif, misalnya untuk membeli skin, avatar, hingga merchandise dalam game.

Baca Juga: Ikut Balap Kuda di Metaverse Bisa Dapetin Rp460 Miliar? Ini Dia Dubai Verse Cup P2E Game!

3. Internet-of-Things (IoT) Networking

IoT Game Metaverse
Sumber: Binar Academy

Internet-of-Things (IoT) memungkinkan Metaverse untuk mengumpulkan data dari dunia nyata dan memanfaatkannya. IoT menghubungkan Metaverse ke berbagai perangkat fisik, sehingga benda-benda virtual dapat merespons elemen lingkungan seperti suhu dan kelembaban.

4. Rekonstruksi Model 3D

Rekonstruksi 3D Game Metaverse
Sumber: Entrepreneur

Meskipun penggunaan teknologi 3D telah meluas, pandemi Covid-19 yang terjadi telah meningkatkan frekuensi rekonstruksi 3D secara signifikan. Tur virtual sekarang banyak digunakan oleh perusahaan untuk berbagai tujuan, ada yang bertujuan untuk promosi dan memamerkan barang yang dijual, contohnya seperti NYX Professional Makeup yang mempromosikan produk barunya di iHeartLand Roblox.

Tidak hanya itu, karena dampak pandemi Covid-19 juga hampir semua negara melakukan pembatasan yang mana membuat para pelancong tidak bisa berlibur. Pada Desember 2022 lalu, muncul survei bahwa sebanyak 43% orang lebih memilih untuk berlibur virtual di Metaverse. Hasil survei tersebut didominasi oleh Gen Z (45%) dan Millennial (43%).

Referensi: