Meta Terancam Hukuman Karena Memicu Kecanduan dan Ancaman Keamanan Anak

author:

Array

Meta Terancam Hukuman Karena Memicu Kecanduan dan Ancaman Keamanan Anak

Meta, perusahaan pemilik Facebook dan Instagram, tengah berada di bawah sorotan hukum. Pasalnya, sebanyak 34 negara bagian Amerika Serikat menuduh perusahaan ini memanipulasi anak-anak melalui algoritma yang memicu kecanduan. Selain itu, peningkatan pesat dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) juga memicu kekhawatiran terkait keamanan anak.

Meta Dituduh Memanipulasi Anak-anak

tombol like ig
Sumber: Bussines Insider

Sejumlah negara bagian, termasuk California, New York, Ohio, South Dakota, Virginia, dan Louisiana, menuduh Meta menggunakan algoritma untuk memicu perilaku adiktif dan berdampak negatif pada kesehatan mental anak-anak melalui fitur-fitur dalam aplikasinya, seperti tombol “Like”.

Meski ilmuwan AI utama di Meta baru-baru ini berbicara dan mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap risiko eksistensial teknologi masih “prematur”, pihak berwenang tetap melanjutkan tindakan hukum.

Para pengacara negara bagian mencari ganti rugi, restitusi, dan kompensasi untuk setiap negara bagian yang disebutkan dalam dokumen, dengan angka berkisar antara $5,000 hingga $25,000 per kejadian yang diduga.

Baca juga: Microsoft dan Meta Hadirkan Aplikasi Office 365 ke Metaverse

AI dan Ancaman Keamanan Anak

strategi ai yunani
Sumber: Bitcoinist

Sementara itu, Internet Watch Foundation (IWF) berbasis di Inggris telah mengungkapkan kekhawatiran tentang penyebaran materi pelecehan seksual anak (CSAM) yang dihasilkan oleh AI.

Dalam laporan terbaru, IWF mengungkapkan penemuan lebih dari 20.254 gambar CSAM yang dihasilkan oleh AI di satu forum web gelap dalam sebulan, memperingatkan bahwa lonjakan konten yang mengganggu ini berpotensi membanjiri internet.

Organisasi ini mendesak kerja sama global untuk memerangi masalah CSAM, menyarankan strategi multifaset, termasuk penyesuaian hukum yang ada, peningkatan pendidikan penegak hukum, dan implementasi pengawasan regulasi untuk model AI.

Pada akhirnya, kasus ini menjadi tantangan bagi Meta dan aplikasi sosial lainnya yang menggunakan algoritma. Jika kasus ini berlanjut, Meta bisa mendapatkan sanksi baru dan berpotensi menghadapi pembatasan baru dalam operasinya.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Array