Dukung Pelestarian Bahasa Dunia, Meta Kembangkan Teknologi AI Pencari Bahasa Gunakan Teks Agama!

Dukung Pelestarian Bahasa Dunia, Meta Kembangkan Teknologi AI Pencari Bahasa Gunakan Teks Agama!

Sebagai langkah revolusioner dalam bidang teknologi AI dan pelestarian bahasa, Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, mengumumkan perkembangan terbaru mereka dalam teknologi text-to-speech berbasis AI.

Teknologi canggih ini mampu mengidentifikasi lebih dari 4.000 bahasa, sebuah terobosan besar mengingat dataset pidato terbesar yang ada saat ini hanya mencakup 100 bahasa.

Meta Gunakan Metode Unik Pengumpulan Data

Kunci utama dari inovasi ini adalah penggunaan teks agama, seperti Alkitab, yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan telah banyak dipelajari untuk penelitian terjemahan bahasa berbasis teks.

Untuk mengatasi tantangan pengumpulan data audio dalam ribuan bahasa, Meta berbalik pada teks-teks agama.

Baca Juga: Berani Beda! Kementerian Agama RI Gelar Simposium Internasional & Manasik Haji di Metaverse!

Menggunakan sumber-sumber seperti FaithComesByHearing.com, GoTo.Bible, dan Bible.com, Meta memperoleh data dalam bentuk teks asli dan rekaman audio dari Alkitab.

Proyek ini mencakup rekaman cerita Alkitab, pesan Injili, pembacaan kitab suci, dan lagu dalam lebih dari 6.255 bahasa dan dialek.

Meski kebanyakan rekaman adalah dari pembaca laki-laki, Meta menegaskan bahwa model mereka bekerja dengan baik untuk suara perempuan.

Pertimbangan Etika dan Risiko Bias

Pertimbangan Etika dan Risiko Bias
Yahoo Finance

Dalam upayanya untuk mengintegrasikan teks religius ke dalam pembelajaran mesin, Meta telah berkonsultasi dengan etikus Kristen.

Mereka menyimpulkan bahwa sebagian besar Kristen tidak akan menganggap Perjanjian Baru, dan terjemahannya, terlalu sakral untuk digunakan dalam machine learning.

Namun, ini mungkin tidak berlaku untuk semua teks agama.

Selain itu, Meta juga menyoroti risiko bias yang mungkin muncul jika menggunakan data pelatihan agama.

Meski demikian, analisis mereka menunjukkan bahwa bias yang dihasilkan oleh model mereka sangat minim dibandingkan dengan model yang dilatih dalam domain lain.

Ini bukan kali pertama agama dihubungkan dengan teknologi.

Perayaan keagamaan tahunan Durga Puja merupakan salah satu perayaan terbesar di India. Dilansir dari Forkast News, pada Oktober 2022 lalu, perayaan keagamaan tersebut dapat menarik seperempat miliar orang dari seluruh negeri untuk ikut merayakannya.

Pasalnya, tidak semua warga India bisa menghadiri acara tersebut secara langsung.

Perusahaan startup di India, XP&Dland dan Metaform, membuat inovasi untuk menyelenggarakan acara keagamaan tersebut dengan Virtual Reality yang bisa diakses melalui smartphone atau komputer melalui jaringan sosial 3D yang dikenal sebagai Spatial.

Sebenarnya apa tujuan penyelenggaraan acara Durga Puja di metaverse? Dan bagaimana acara tersebut berlangsung? Simak berita lengkapnya mengenai Acara Keagamaan India Akan Berlangsung Secara Virtual di Metaverse di sini.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: