Revolusioner! Mastercard Luncurkan Uji Coba Tokenisasi Penyetoran Bank di Inggris

author:

Revolusioner! Mastercard Luncurkan Uji Coba Tokenisasi Penyetoran Bank di Inggris

Mastercard, raksasa pembayaran global, sedang mempersiapkan uji coba untuk penyetoran bank yang ditokenisasi di Inggris. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, inisiatif ini bertujuan untuk membuat transaksi lintas batas menjadi lebih efisien dan aman.

Uji coba ini akan dilakukan di bawah jaringan yang disebut Multi-Token Network (MTN), dan dijadwalkan akan diluncurkan dalam mode beta pada musim panas ini.

Mastercard dan Tokenisasi Penyetoran Bank

Mastercard berencana untuk menjadikan uang di rekening bank sebagai aset digital di blockchain melalui tokenisasi penyetoran bank. Dengan demikian, transaksi dapat menjadi lebih terprogram dan efisien. Raj Dhamodharan, kepala crypto dan blockchain di Mastercard, menggambarkan langkah ini sebagai “tonggak penting” dalam upaya perusahaan untuk diversifikasi penawarannya.

Baca juga: Mastercard Genggam Dunia Cryptocurrency! Daftarkan Trademark untuk Tools Blockchain!

Dhamodharan menjelaskan lebih lanjut,

“MTN akan memberikan seperangkat kemampuan dasar untuk membantu mengembangkan aplikasi keuangan yang aman, terjamin, dapat ditingkatkan, dan interoperable menggunakan aset digital.”

Dengan tokenisasi penyetoran bank, Mastercard berharap dapat memfasilitasi transfer nilai lintas batas yang lebih cepat dan fleksibel.

Selain itu, Mastercard mengundang bank dan lembaga keuangan untuk berpartisipasi dalam uji coba ini. Dalam waktu dekat, inisiatif ini juga berencana untuk mencakup mata uang digital bank sentral (CBDC) dan stablecoin yang diatur.

Mastercard dan Kepatuhan Regulasi

Mastercard Tambahkan 7 Startup Blockchain ke Akselerator Cryptonya!
arabianbusiness.com

Sebagai bagian dari upaya Mastercard untuk memanfaatkan teknologi blockchain, perusahaan ini juga berfokus pada kepatuhan terhadap regulasi seperti anti pencucian uang. Mastercard sedang mengembangkan aplikasi bernama Mastercard Crypto Credentials, yang membantu memantau transaksi untuk kepatuhan.

Mastercard Crypto Credentials, yang diumumkan pada April, dirancang untuk memastikan transaksi mematuhi regulasi seperti anti pencucian uang (AML). Dengan demikian, Mastercard berusaha untuk memastikan bahwa semua transaksi yang dilakukan melalui jaringannya aman dan sesuai dengan hukum.

Dengan MTN dan inisiatif lainnya, Mastercard berusaha untuk mengeksplorasi bagaimana aset digital dapat merevolusi perbankan dan membuat transaksi lintas batas menjadi lebih efisien dan aman.

Masa Depan Transaksi Lintas Batas dengan Tokenisasi Penyetoran Bank

Dengan tokenisasi penyetoran bank, Mastercard membuka peluang baru untuk transaksi lintas batas yang lebih efisien. Misalnya, jika sebuah bank di Inggris memiliki penyetoran bank yang di-tokenisasi dan bank lain di Singapura juga memiliki penyetoran bank yang ditokenisasi, kedua bank tersebut dapat dengan mudah bertukar token tersebut. Ini menghilangkan tantangan tradisional yang terkait dengan transfer internasional.

Baca juga: Dalam Pengembangan CBDC, Bank Inggris Menekankan Pound Digital Fokus pada Privasi Pengguna

Mastercard berharap bahwa dengan tokenisasi penyetoran bank, mereka dapat memfasilitasi pertukaran nilai lintas batas yang lebih cepat dan fleksibel. Dengan demikian, mereka dapat membantu mempercepat transaksi internasional dan membuatnya lebih aman dan efisien.

Tokenisasi penyetoran bank juga menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dapat digunakan untuk memperbaiki sistem keuangan tradisional. Dengan memanfaatkan teknologi ini, Mastercard berusaha untuk membawa inovasi ke sektor perbankan dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan efisien.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: