Masa Depan Dolar AS Ditengah Meningkatnya Penggunaan Mata Uang Digital

Masa Depan Dolar AS Ditengah Meningkatnya Penggunaan Mata Uang Digital

Dapatkah supremasi Dolar AS tergoyahkan di era digital? Analisis terbaru dari Morgan Stanley menyoroti potensi mata uang digital seperti cryptocurrency dan CBDC (Central Bank Digital Currencies) untuk mengubah peta kekuatan mata uang global. Dengan nilai transaksi yang mencapai angka $10 triliun di tahun 2022, stablecoin dan Bitcoin kini menjadi fokus utama sebagai opsi pembayaran internasional yang baru. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Transisi Kekuatan Moneter dari Dolar ke Mata Uang Digital

Morgan Stanley memberikan peringatan bahwa Bitcoin dan CBDC bisa menjadi katalisator utama dalam proses transisi kekuatan moneter dari Dolar AS. Saat ini, Dolar AS masih mendominasi sekitar 60% dari cadangan devisa di seluruh dunia, namun posisinya mulai terancam.

Peningkatan defisit AS dan penggunaan sanksi ekonomi telah mendorong negara-negara untuk mencari alternatif dari mata uang ini. Di Eropa, upaya untuk memperkuat euro sedang dilakukan, terutama dalam transaksi yang berkaitan dengan energi dan komoditas.

Sementara itu, China berusaha memajukan yuan dengan memperkenalkan sistem pembayaran internasional mereka sendiri, yang dapat mengurangi ketergantungan pada sistem yang didominasi oleh Dolar AS.

Baca Juga: Ikuti Jalur De-dolarisasi BRICS, Indonesia Ingin Tinggalkan Dolar AS untuk Perdagangan Global!

Stablecoin dan CBDC: Pesaing Baru di Arena Keuangan

basel zurich cbdc
Sumber: Bank of International Settlements

Stablecoins tampaknya menjadi penyokong baru bagi Dolar AS. Dengan nilai transaksi yang mencapai $10 triliun di tahun 2022, stablecoins menjadi metode pembayaran yang semakin populer.

Kelebihan mereka termasuk ketersediaan transaksi 24/7 dan penyelesaian yang cepat, serta integrasi dengan sistem pembayaran dari perusahaan besar seperti Visa dan PayPal. Di sisi lain, CBDC juga berkembang dengan cepat dan berpotensi mengambil alih fungsi Dolar AS di pasar keuangan.

Saat ini, lebih dari 111 negara sedang meneliti dan mengembangkan versi digital dari mata uang mereka. Sebagai contoh, China dengan yuan digitalnya dan Brasil dengan DREX menunjukkan bagaimana CBDC dapat memudahkan transaksi keuangan yang lebih efektif dan inklusif.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dari Morgan Stanley, kita mungkin akan menyaksikan era di mana CBDC dan mata uang digital swasta lainnya menjadi alternatif yang kompetitif terhadap uang tunai dan mata uang fiat konvensional. Perubahan ini diperkirakan akan secara bertahap mengurangi dominasi Dolar AS dalam ekonomi global, yang dipicu oleh inovasi teknologi dan perubahan dalam politik geopolitik.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi