Margin Call: Cara Mengatasi dan Contoh Dalam Trading

Margin Call: Cara Mengatasi dan Contoh Dalam Trading

Apakah kamu pernah mendengar istilah ‘Margin Call’ dan merasa penasaran apa sebenarnya itu? Atau mungkin kamu sedang berada dalam situasi di mana broker kamu meminta tambahan dana atau sekuritas? Jangan khawatir, kamu tidak sendirian.

Margin call adalah momen kritis yang bisa terjadi pada siapa saja yang berinvestasi dengan margin. Artikel ini akan membimbing kamu melalui seluk-beluk margin call, memberikan contoh nyata, dan menunjukkan cara efektif untuk mengatasinya. Simak penjelasan lengkapnya disini!

Apa Itu Margin Call?

tipe-tipe gap dalam trading
The image created by AI

Margin call adalah permintaan dari broker kamu untuk menambah dana atau sekuritas ke dalam akun margin kamu ketika nilai ekuitas di dalamnya jatuh di bawah persyaratan margin pemeliharaan yang ditetapkan.

Ini adalah situasi yang tidak diinginkan yang menandakan bahwa investasi yang kamu miliki telah menurun nilainya, dan sekarang kamu harus bertindak cepat untuk memenuhi tuntutan tersebut.

Baca Juga: Quopi: Bot Trading Ciptaan AI yang Mengubah Dunia Trading!

Cara Mengatasi Margin Call

Ketika kamu menghadapi margin call, ada beberapa langkah yang bisa kamu ambil untuk mengatasinya. Kamu bisa memilih untuk menyetor dana tambahan atau sekuritas yang dapat dimarginasi ke dalam akun kamu, atau menjual beberapa aset yang kamu miliki untuk meningkatkan nilai ekuitas kamu.

Penting untuk bertindak cepat karena jika kamu tidak memenuhi margin call, broker kamu mungkin akan menjual aset kamu tanpa persetujuan untuk memulihkan nilai akun.

Contoh Margin Call

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat contoh margin call. Misalkan kamu membeli saham senilai $10,000 dengan menggunakan $5,000 uang kamu sendiri dan meminjam $5,000 dari broker. Jika harga saham turun dan nilai total investasi kamu turun menjadi $7,000, ekuitas kamu sekarang adalah $2,000 ($7,000 – $5,000 pinjaman).

Jika broker kamu memiliki persyaratan margin pemeliharaan 25%, kamu harus memiliki ekuitas minimal $1,750. Karena ekuitas kamu ($2,000) masih di atas ini, kamu tidak akan menerima margin call. Namun, jika nilai investasi turun lebih lanjut sehingga ekuitas kamu jatuh di bawah $1,750, kamu akan menerima margin call.

Baca Juga: Gains Network (GNS): Platform Trading Derivatif Desentralisasi yang Mengguncang Dunia Crypto

Faktor yang Memicu Margin Call

  • Penurunan nilai pasar sekuritas dalam akun margin
  • Perubahan dalam persyaratan margin pemeliharaan oleh broker atau regulator
  • Penarikan dana atau transfer sekuritas keluar dari akun margin

Kelebihan dan Kekurangan Trading dengan Margin

  • Kelebihan: Potensi pengembalian yang lebih tinggi karena leverage
  • Kelebihan: Fleksibilitas dalam eksekusi strategi trading
  • Kekurangan: Risiko kerugian yang lebih besar
  • Kekurangan: Biaya bunga atas dana yang dipinjam

Perbandingan Trading dengan Margin vs Tanpa Margin

Kesimpulan

Margin call bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, tetapi dengan pemahaman yang tepat dan persiapan yang matang, kamu bisa mengatasinya dengan bijak. Ingatlah untuk selalu memantau akun margin kamu, memahami risiko yang terlibat, dan memiliki strategi yang solid untuk mengelola investasi kamu. Dengan cara ini, kamu dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya margin call dan memaksimalkan potensi keuntungan dari trading dengan margin.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

  • Investopedia. Margin Call. Diakses pada tanggal 9 Januari 2024
  • Forbes Advisor. What Is a Margin Call?. Diakses pada tanggal 9 Januari 2024
  • Corporate Finance Institute. Margin Call. Diakses pada tanggal 9 Januari 2024