Anggota Komunitas Litecoin Perkenalkan LTC-20, Bagaimana Perkembangannya?

author:

Anggota Komunitas Litecoin Perkenalkan LTC-20, Bagaimana Perkembangannya?

Setelah Litecoin (LTC) dikabarkan menyambut NFT Ordinals di marketplace LiteVerse, kini anggota komunitas Litecoin sedang menguji standar LTC-20 untuk tujuan kesepadanan. Untuk saat ini, token tersebut hanyalah sebuah eksperimen, namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa berubah menjadi lebih dari sekedar percobaan.

Anggota Komunitas Tengah Menguji LTC-20

litecoin perkenalkan ltc-20
Sumber: Twitter

Berdasarkan sebuah cuitan yang diunggah oleh akun Twitter Lukewrightmain (2/5/23), komunitas Litecoin telah memutuskan untuk mengusulkan standar pengujian untuk LTC-20 dan kemudian meluncurkan token uji untuk tujuan kesepadanan.

Secara singkat, standar ini merupakan fork dari standar BRC-20, dan komunitas mendeskripsikannya sebagai “hanya sebuah standar eksperimental yang menyenangkan yang menunjukkan bahwa Anda dapat membuat kondisi keseimbangan di luar rantai dengan inskripsi.”

Saat ini, standar LTC-20 sedang dikembangkan di atas Protokol Ordinals Litecoin, dengan jumlah pasokan sebanyak 84 juta. Perlu diketahui, standar BRC-20 yang dirujuk adalah standar token untuk token eksperimental yang dapat dipertukarkan yang dibuat dengan Ordinals dan inskripsi yang disimpan di rantai dasar Bitcoin.

Menurut laporan, Litecoin Punks menyatakan bahwa LTC-20 pertama telah dicetak sekitar 20%, dan ada 4.000 yang dicetak untuk masing-masing pemegang punk.

litecoin punks
Litecoin Punks di market Ordinals

Masih belum jelas apakah akan ada perubahan besar yang berasal dari pengujian standar LTC-20 yang dilakukan saat ini atau tidak, tetapi komunitas tetap antusias dengan adanya pengujian ini.

Dalam dokumentasi resmi untuk percobaan LTC-20, penulis menekankan bahwa ini adalah sebuah eksperimen, dengan mengatakan,

“.. ini adalah eksperimen yang sangat dinamis, dan saya sangat tidak menyarankan keputusan finansial yang dibuat berdasarkan desainnya. Namun, saya mendorong komunitas Litecoin untuk mengutak-atik desain dan pengoptimalan standar hingga mencapai konsensus umum tentang praktik terbaik…”

Mengutip Bein Crypto (2/5/23), ide dari eksperimental ini adalah untuk melihat apakah kesepadanan memiliki tempat di blockchain Litecoin. Lebih lanjut, tujuan dari percobaan ini adalah untuk menyebarkan token LTC-20, mencetak sejumlah token, dan mentransfer sejumlah token.

Baca juga: Bitcoin Ordinals Diyakini Berdampak Baik untuk BTC, Apa Alasannya?

Perkembangan Litecoin (LTC)

Terlepas dari pengujian yang dilakukan anggota komunitas, Litecoin (LTC) telah mengalami beberapa perkembangan penting sejak tahun ini. Dan dalam waktu dekat, jaringan ini akan melakukan halving ketiga, yang mengurangi hadiah blok, dan biasanya meningkatkan harga token.

Selanjutnya, baru-baru ini, BIT Mining Limited juga mengungkapkan mesin penambangan baru yang didedikasikan untuk Litecoin. Dikombinasikan dengan halving, hal ini bisa sangat cocok untuk penambang LTC.

charlie lee pembuat litecoin
Sumber: Twitter

Menimpa cuitan yang mengumumkan tentang uji coba LTC-20, pencipta Litecoin, Charlie Lee, mengungkapkan target harga LTC-nya.

Pada saat cuitan tersebut dibuat, nilai Litecoin (LTC) tercatat berada di atas Bitcoin 1%. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Litecoin memiliki banyak potensi. Fitur-fitur seperti throughput yang lebih tinggi secara desain, skalabilitas dengan blok ekstensi, dan kesesuaian dan privasi yang lebih baik dari MWEB, sebuah perusahaan penyedia layanan internet.

Selain itu, Lee juga mengatakan bahwa di pasar bullish berikutnya, harga LTC akan diperdagangkan lebih tinggi karena harga Bitcoin kemungkinan akan naik pada waktu halving-nya di tahun 2024.

Simak prediksi harga LTC selanjutnya di Prediksi Harga Litecoin 2023, 2025, 2030: Terdapat Persilangan Positif, LTC Diramal Tembus Rp29 Juta?


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: