Sempat Kontroversial, Kini LimeWire Kumpulkan Lebih dari Rp235 Miliar. Buat Apa?

author:

Sempat Kontroversial, Kini LimeWire Kumpulkan Lebih dari Rp235 Miliar. Buat Apa?

LimeWire, layanan berbagi file yang sempat populer pada awal 2000-an, mengumumkan pada 9 Mei 2023 bahwa mereka telah berhasil mengumpulkan lebih dari $16 juta atau Rp235 miliar untuk membangkitkan blockchainnya melalui platform barunya melalui penjualan token crypto mereka (LMWR).

Dengan langkah ini, Limewire telah berhasil melampaui target pendanaan mereka yang sebesar $15 juta atau Rp220 miliar.

LimeWire Lampaui Target Pendanaan

Dengan mengumpulkan dana sebesar $16,5 juta atau Rp242 miliar, LimeWire telah melampaui target pendanaan mereka yang sebesar $15 juta atau Rp220 miliar dan sudah lebih dari setengah jalan menuju batas penggalangan dana mereka yang sebesar $30 juta atau Rp441 miliar.

Menurut situs web proyek ini, penjualan akan ditutup pada 11 Mei 2023 dan token akan mulai terdaftar di empat bursa utama mulai 16 Mei 2023.

Menurut LimeWire, token LMWR akan sepenuhnya terintegrasi ke dalam semua aspek platformnya, menawarkan berbagai manfaat bagi pengguna, termasuk hadiah token untuk loyalitas dan keterlibatan, hak suara komunitas, diskon, dan bahkan distribusi royalti.

Baca juga: Jadwal Halving Litecoin Semakin Dekat! Mampukah LTC Tembus Rp1,4 Juta?

Mengumpulkan Dana dalam Fiat dan Crypto

Twitter

Pada 2 Mei 2023 lalu, LimeWire membeberkan melalui sebuah cuitan bahwa token LMWR sudah dapat dibeli dengan menggunakan uang fiat, crypto ataupun kartu kredit.

Menurut laporan Cryptoslate, proyek ini telah berhasil mengumpulkan dana dalam bentuk mata uang fiat serta crypto, termasuk Ethereum (ETH), Bitcoin (BTC) USD Coin (USDC), Tether (USD), dan Binance Coin (BNB). Mereka juga menambahkan dukungan untuk pembayaran melalui XRP, Cardano (ADA), dan Polygon (MATIC) sekitar tanggal 6 Mei 2023.

Sebelumnya, pada 21 April 2023, LimeWire mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mengumpulkan $10 juta atau Rp147 miliar melalui penjualan pribadi yang dipimpin oleh Kraken Ventures, Arrington Capital, dan GSR.

Platform NFT untuk Para Kreator

LimeWire terkenal sebagai layanan berbagi file yang aktif pada awal 2000-an. Platform ini sempat kontroversial karena memfasilitasi pelanggaran hak cipta musik dan menghadapi gugatan dari industri rekaman.

Namun, versi terbaru LimeWire akan berfungsi sebagai platform untuk para artis musik. Para kreator akan dapat menciptakan konten berbasis blockchain dan memonetisasi konten tersebut dengan imbalan, pembayaran, dan langganan crypto.

Baca juga: Inovasi atau Eksperimen Belaka? Nilai Pasar Token BRC-20 Bitcoin Melebihi $1 Miliar!

LimeWire, yang sebelumnya dikenal sebagai layanan berbagi file kontroversial, tampaknya telah bangkit kembali dengan visi baru. Dengan fokus pada teknologi blockchain dan NFT, LimeWire berusaha memberikan platform yang memungkinkan para kreator musik untuk memanfaatkan teknologi ini demi monitisasi karya mereka.

Dengan pendanaan yang sukses terkumpul, pada dasarnya, LimeWire akan bertindak sebagai platform langganan Web3 untuk membangun komunitas. Tidak hanya itu, platform ini akan diperuntukkan bagi para kreator dan konsumen musik.


Referensi: