Larry David Menyesali Keputusannya Membintangi Iklan Super Bowl 2022 untuk FTX

Larry David Menyesali Keputusannya Membintangi Iklan Super Bowl 2022 untuk FTX

Komedian terkenal Larry David mengungkapkan penyesalannya karena telah membintangi iklan Super Bowl untuk bursa cryptocurrency FTX yang kini telah bangkrut. Iklan FTX tersebut ditayangkan selama Super Bowl LVI pada tahun 2022. David mengakui bahwa dirinya merasa bodoh karena berpartisipasi dalam iklan tersebut meskipun telah meminta nasihat dari teman-temannya yang ahli di bidang cryptocurrency. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Iklan FTX yang Kontroversial

Iklan FTX yang dibintangi Larry David menampilkan dirinya menolak berbagai penemuan masa lalu dengan gaya humornya yang khas. Namun, setelah FTX dinyatakan bangkrut dan mantan CEO-nya, Sam Bankman-Fried, dinyatakan bersalah atas penipuan, iklan tersebut menjadi kontroversial.

David mengungkapkan bahwa dirinya telah berkonsultasi dengan teman-temannya yang ahli di bidang cryptocurrency sebelum memutuskan untuk membintangi iklan tersebut.

“Saya bertanya kepada teman-teman saya yang ahli di bidang ini, ‘Apakah boleh saya membintangi iklan ini? Apakah ada yang salah dengan ini? Apakah ini baik-baik saja?’ Dan mereka berkata, ‘Ya, ini benar-benar aman. Tidak apa-apa. Lakukan saja.’ Jadi, seperti orang bodoh, saya melakukannya,” ungkap David.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Sebenarnya Matt Damon Bermain di Iklan Crypto!

Gugatan Hukum terhadap David dan Selebriti Lainnya

ftx jual aset
Sumber: CCN

Akibat keterlibatannya dalam iklan FTX, David dan sejumlah selebriti lainnya yang mempromosikan platform tersebut menghadapi gugatan hukum class action.

Gugatan tersebut diajukan pada bulan November 2022 dan menuduh David, Sam Bankman-Fried, dan selebriti lainnya telah menyesatkan pelanggan dan terlibat dalam praktik penipuan untuk menjual akun mata uang digital FTX yang menghasilkan bunga.

Selain David, selebriti lain yang tercantum dalam gugatan tersebut termasuk Tom Brady, Steph Curry, Kevin O’Leary, Golden State Warriors, Shaquille O’Neal, Udonis Haslem, David Ortiz, Naomi Osaka, dan masih banyak lagi. Gugatan tersebut menuduh bahwa para selebriti tersebut secara aktif berpartisipasi dalam penjualan sekuritas yang tidak terdaftar melalui akun yang menghasilkan bunga.

Baca Juga: Perusahaan Teknologi Miolos di Spanyol Melanggar Aturan Iklan Crypto! Terancam Sanksi?

FTX Memutuskan untuk Melikuidasi Aset

Dalam perkembangan terbaru, FTX telah memutuskan untuk melikuidasi semua asetnya dan mengembalikan dana kepada para pelanggannya. Hal ini diungkapkan oleh pengacara FTX, Andy Dietderich, dalam sebuah sidang baru-baru ini.

Dietderich mengatakan bahwa perusahaan telah bernegosiasi dengan calon penawar dan investor sejak Oktober 2023, tetapi tidak ada yang bersedia memberikan dana yang cukup untuk membangun kembali bursa FTX. Oleh karena itu, FTX memilih untuk meninggalkan rencana tersebut dan memutuskan untuk melikuidasi semua asetnya.

Perusahaan akan berusaha untuk memastikan jumlah yang harus dibayarkan kepada setiap kreditor dan pelanggan berdasarkan pada apa yang mereka miliki pada hari FTX mengajukan kebangkrutan.

Kesimpulan

Larry David dan para selebriti lainnya yang terlibat dalam iklan FTX kini menghadapi gugatan hukum dan potensi kerugian finansial yang besar. Kasus ini menjadi peringatan bagi para selebriti dan tokoh publik untuk lebih berhati-hati dalam memilih endorsement dan memastikan bahwa perusahaan yang mereka promosikan memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi