Waspada, Binance Terancam Diblokir di Filipina!

Waspada, Binance Terancam Diblokir di Filipina!

Kabar mengejutkan datang dari industri crypto di Filipina. Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina (SEC) telah memulai hitungan mundur tiga bulan untuk pelarangan Binance, bursa crypto terbesar di dunia, yang beroperasi tanpa lisensi resmi. Apa dampaknya bagi kamu sebagai investor? Simak berita lengkapnya berikut ini!

Hitungan Mundur Pelarangan Binance

Komisioner SEC Filipina, Kelvin Lee, menegaskan bahwa Binance akan dilarang beroperasi di Filipina tiga bulan setelah pemberian peringatan. Peringatan ini diberikan pada tanggal 28 November, yang berarti Binance memiliki waktu hingga akhir Februari untuk menghentikan operasinya.

Lee menyatakan bahwa kebingungan yang terjadi di internet terkait pelarangan ini perlu dijernihkan dengan penjelasan yang tepat. Lee juga menambahkan bahwa awalnya direkomendasikan periode transisi hanya satu bulan, bahkan ada yang menyarankan satu minggu.

Namun, mengingat periode liburan Natal, dia memutuskan untuk memberikan waktu lebih lama. Hal ini dilakukan agar tidak menyulitkan investor Filipina selama masa liburan.

Baca Juga: Setelah Hentikan Perdagangan dengan Rubel Rusia, Binance Rencanakan Strategi Baru!

Kritik dan Kebijakan Terhadap Bursa Lain

kasus cz binance
Sumber: Coingape

Binance bukan satu-satunya bursa yang terkena dampak kebijakan ini. Lee menyebutkan bahwa OctaFX dan MiTrade juga akan menghadapi larangan serupa setelah tiga bulan dari pemberian peringatan. SEC Filipina memiliki daftar panjang bursa crypto yang belum terdaftar dan akan terus mengeluarkan peringatan secara bertahap.

Lee menerima kritik karena pelarangan Binance dianggap tidak adil mengingat biaya transaksi di Binance lebih murah dibandingkan bursa yang terdaftar. Namun, Lee menegaskan bahwa biaya yang lebih murah tersebut karena Binance tidak mematuhi regulasi dan tidak terdaftar di Filipina.

Dia menyarankan investor untuk berinvestasi pada entitas yang terdaftar, dengan menyebutkan ada 17 penyedia layanan aset virtual yang terdaftar di Filipina.

Kebijakan baru ini menimbulkan pertanyaan besar bagi masa depan crypto di Filipina. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memilih platform yang telah terdaftar dan mematuhi regulasi setempat. Keputusan SEC ini diharapkan dapat memberikan keamanan lebih bagi investor dan mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: