LACMA Terjun ke Industri NFT, Gandeng Koleksi NFT Deafbeef yang Unik!

LACMA Terjun ke Industri NFT, Gandeng Koleksi NFT Deafbeef yang Unik!

Karya seni NFT kini semakin populer di seluruh dunia, dan Museum Seni Kontemporer Los Angeles (LACMA) memperkenalkan salah satu karya seni NFT paling unik yang pernah ada.

Inisiatif “Remembrance of Things Future” LACMA berlanjut minggu ini dengan peluncuran sepasang koleksi NFT interaktif dari seniman pseudonim terkenal Deafbeef, yang menggunakan kompiler kode C untuk membuat karya yang berbeda.

Artikel ini akan membahas mengenai karya seni NFT unik ini dan bagaimana hal ini menunjukkan potensi besar dari karya seni digital dan teknologi blockchain.

Karya Seni NFT yang Paling Unik

karya nft deafbeef
Sumber: Akun Twitter Cactoid Labs

Menurut Decrypt, karya seni NFT yang dibuat oleh Deafbeef ini adalah karya seni yang paling unik. Karya seni ini merupakan kombinasi antara seni digital dan teknologi blockchain.

Proyek NFT Ethereum “Noumenon + Chronophotograph” miliknya mengambil inspirasi dari karya formatif fotografer Inggris Eadweard Muybridge.

Karya seni ini menampilkan sebuah karakter animasi yang diatur untuk bergerak dan berubah warna secara otomatis.

Setiap kali karakter ini berubah warna, karakter ini akan menghasilkan blok baru di blockchain, menjadikan karya seni ini sebagai karya seni yang sangat unik dan bernilai.

Baca Juga: Amazon NFT Marketplace akan Diluncurkan Mei 2023, Rumor atau Fakta?

LACMA Menjadi Museum Pertama yang Menjual Karya Seni NFT

potret seniman deafbeef
Potret Seniman Pseudonim Deafbeef. Gambar: Deafbeef

LACMA menjadi museum pertama di dunia yang menjual karya seni NFT melalui lelang online. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya museum untuk mengeksplorasi teknologi blockchain dan karya seni digital.

LACMA percaya bahwa karya seni NFT akan menjadi bagian penting dari koleksi seni masa depan dan ingin memperkenalkan karya seni NFT kepada khalayak yang lebih luas.

“Ada konsepsi bahwa fotografi adalah pengukuran yang objektif, tetapi sebenarnya tidak. Orang-orang juga memiliki narasi ini dalam crypto. Ada etos bahwa blockchain adalah kebenaran; ini adalah sumber referensi yang objektif. Tetapi sekali lagi, itu harus ditafsirkan oleh manusia,” ujar Deafbeef, dikutip dari Decrypt, Jumat (5/52023).

Baca Juga: Adidas x TokenProof, Beri Akses Eksklusif Limited Edition dengan NFT!

Potensi Besar Karya Seni Digital dan Teknologi Blockchain

Menurut Decrypt, karya seni NFT semakin populer di seluruh dunia, dan LACMA menjadi salah satu museum pertama yang memperkenalkan karya seni NFT kepada khalayak yang lebih luas. Hal ini menunjukkan potensi besar dari karya seni digital dan teknologi blockchain dalam dunia seni.

Karya seni NFT tidak hanya memberikan kebebasan kreatif bagi para seniman, tetapi juga memberikan cara baru bagi seniman untuk memonetisasi karya mereka dan memberikan nilai tambah bagi khalayak penggemar.

Referensi: