KuCoin Terjerat Kasus Pencucian Uang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

KuCoin Terjerat Kasus Pencucian Uang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Jakarta, Pintu News – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) telah mendakwa bursa kripto KuCoin dan dua pendirinya atas tuduhan “bersekongkol untuk mengoperasikan bisnis pengiriman uang tanpa izin” dan melanggar Undang-Undang Kerahasiaan Bank (BSA). Tindakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah AS untuk mengatur industri kripto setelah runtuhnya FTX pada November 2022. Simak berita lengkapnya berikut ini!

KuCoin Diduga Membiarkan Pengguna AS Bertransaksi

Menurut DOJ, KuCoin gagal menerapkan program Anti-Pencucian Uang (AML) yang memadai, sehingga platform tersebut digunakan untuk “pencucian uang dan pendanaan teroris.” Jaksa AS Damian Williams mengatakan bahwa KuCoin sengaja menyembunyikan fakta bahwa sejumlah besar pengguna AS bertransaksi di platformnya.

KuCoin diduga memanfaatkan basis pelanggan AS yang besar untuk menjadi salah satu bursa derivatif dan spot kripto terbesar di dunia, dengan perdagangan harian senilai miliaran dolar dan volume perdagangan tahunan triliunan dolar.

Baca Juga: KuCoin Terlibat Kasus Kriminal dan Perdata, Bagaimana Nasib Aset Pengguna?

KuCoin Terima Dana Mencurigakan Miliaran Dolar

kucoin labs
Sumber: The Block

DOJ menuduh KuCoin menerima lebih dari $5 miliar dan mengirim lebih dari $4 miliar “dana mencurigakan dan kriminal.” Gan dan Tang, dua pendiri KuCoin yang berkewarganegaraan Tiongkok, membantu meluncurkan bursa tersebut pada tahun 2017. Keduanya masih buron pada saat artikel ini diterbitkan.

Tindakan kriminal DOJ ini diumumkan bersamaan dengan kasus penegakan hukum perdata dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC), yang mendakwa KuCoin “dengan beberapa pelanggaran Undang-Undang Bursa Komoditi (CEA) dan peraturan CFTC” pada tanggal 26 Maret.

Baca Juga: KuCoin Berkolaborasi dengan TON Melalui Suntikan Dana $20,000!

Deretan Kasus Hukum yang Menjerat Perusahaan Kripto

KuCoin bukanlah perusahaan kripto pertama yang menghadapi tuntutan hukum dari pemerintah AS. Pada tanggal 28 Maret, mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried akan dijatuhi hukuman setelah terbukti bersalah atas tujuh tuduhan kejahatan. Mantan CEO Binance Changpeng Zhao diperkirakan akan dijatuhi hukuman pada tanggal 30 April.

Tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan kripto ini menunjukkan bahwa pemerintah AS serius dalam mengatur industri kripto dan memastikan kepatuhan terhadap undang-undang keuangan.

Kesimpulan

Kasus KuCoin menjadi contoh terbaru dari upaya pemerintah AS untuk mengatur industri kripto. Bursa kripto tersebut menghadapi tuduhan serius terkait pencucian uang dan pelanggaran undang-undang keuangan. Tindakan hukum ini menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak akan mentolerir praktik ilegal dalam industri kripto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi