Kontroversi KSI: Dituduh Lakukan Skema Pump and Dump Crypto

Kontroversi KSI: Dituduh Lakukan Skema Pump and Dump Crypto

Dunia crypto kembali digemparkan dengan kontroversi yang melibatkan YouTuber dan rapper terkenal, KSI (Olajide Olayinka Williams Olatunji). KSI dituduh melakukan skema pump and dump, yaitu praktik menaikkan harga token secara artifisial melalui promosi, lalu menjualnya dengan cepat untuk meraup keuntungan besar.

Dugaan Skema Pump and Dump KSI

Tuduhan terhadap KSI pertama kali diungkapkan oleh ZachXBT, seorang investigator penipuan crypto yang terkenal. ZachXBT mengklaim bahwa KSI menggunakan platform media sosialnya yang besar, termasuk YouTube dan Twitter, untuk mempromosikan token-token tertentu.

Promosi ini diduga memicu lonjakan harga yang signifikan di pasar crypto. Namun, ZachXBT menemukan bahwa KSI kemudian menjual token-token tersebut dalam jumlah besar dari dompetnya, menghasilkan keuntungan lebih dari $1 juta.

Baca Juga: Aplikasi Pembayaran Bitcoin Strike Siap Meluncur di Afrika!

Salah satu contoh yang disoroti adalah promosi KSI terhadap XCAD Network (XCAD) pada Maret 2022. KSI mentweet kepada pengikutnya bahwa XCAD “terlihat menarik lagi” dan menyertakan tagar “HodlGang”.

Namun, ZachXBT mengungkapkan bahwa KSI menjual XCAD senilai $850.000 dalam beberapa hari setelah tweet optimis tersebut. Pola serupa juga ditemukan pada proyek-proyek lain yang dipromosikan KSI, seperti Ethernity Chain (ERN) dan proyek NFT bernama P***Y.

Pembelaan KSI

Pembelaan KSI
Daily Mail

Menanggapi tuduhan tersebut, KSI membantah keras adanya niat jahat. Ia mengaku sebagai penggemar crypto yang bersemangat tetapi masih kurang pengalaman.

KSI menjelaskan bahwa ia menjual sebagian keuntungannya untuk diinvestasikan ke Terra Luna Classic (LUNC), dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dengan membeli kembali lebih banyak XCAD.

Namun, KSI mengakui bahwa usahanya tersebut tidak berhasil. Ia mengaku kehilangan total $2 juta dalam investasi crypto secara keseluruhan.

Tanggapan Komunitas

Tuduhan terhadap KSI menuai berbagai reaksi dari komunitas crypto. Beberapa orang mendukung KSI dan percaya bahwa ia tidak bersalah. Namun, banyak juga yang skeptis dan menilai bahwa penjelasan KSI tidak sepenuhnya meyakinkan.

Oliver Bell, pendiri XCAD Network, membela KSI dan menyatakan bahwa YouTuber tersebut tetap menjadi investor dan pendukung aktif XCAD. Bell mengatakan bahwa KSI memiliki hak untuk menjual token-tokennya dan bahwa ia telah membeli lebih banyak daripada yang dijualnya.

Di sisi lain, YouTuber Coffeezilla, yang ikut menyelidiki kasus ini, tidak sepenuhnya percaya pada penjelasan KSI. Ia menilai bahwa KSI seharusnya lebih berhati-hati saat mencuit tentang koin yang mungkin diinvestasikan oleh penggemarnya, terutama jika ia sering melakukan perdagangan koin tersebut.

Kesimpulan

Kontroversi seputar KSI dan dugaan skema pump and dump kripto masih terus berlanjut. Meskipun KSI telah membela diri, masih banyak pihak yang meragukan penjelasannya. Kasus ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi crypto dan pengaruh besar yang dimiliki oleh tokoh-tokoh publik di media sosial.

Baca Juga: Dampak Pemilu 2024 pada Gelombang Baru Investasi Crypto di Indonesia, Bull Run?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi