Kraken Diperiksa oleh SEC! Apa yang Terjadi?

Kraken Diperiksa oleh SEC! Apa yang Terjadi?

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat telah mengambil langkah hukum terhadap Kraken, salah satu platform pertukaran crypto terkemuka pada 21 November 2023. Kraken dituduh menjalankan operasi sebagai platform perdagangan sekuritas tanpa pendaftaran yang sah. SEC berpendapat bahwa Kraken memfasilitasi pengguna dalam melakukan transaksi aset digital yang seharusnya terdaftar sebagai sekuritas menurut hukum Amerika Serikat. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Alasan SEC Mengambil Tindakan Hukum Terhadap Kraken

SEC menuduh bahwa token populer seperti Algorand, token MATIC Polygon, dan NEAR memenuhi kriteria hukum sekuritas. Dengan memfasilitasi perdagangan aset-aset ini tanpa pendaftaran yang sah di SEC, Kraken telah melanggar regulasi sekuritas. Bursa ini juga diduga beroperasi sebagai broker-dealer yang tidak terdaftar dan menerima miliaran dolar dalam biaya tanpa mematuhi aturan perlindungan investor yang penting.

Selain itu, tindakan hukum tersebut juga menuduh bahwa Kraken tidak tepat dalam menggabungkan aset pelanggan dengan aset perusahaan, yang menimbulkan risiko yang tidak perlu.

Menurut pengajuan tersebut, Kraken memegang lebih dari $33 miliar dalam crypto pelanggan, yang digabungkan dengan kepemilikan crypto korporatnya sendiri. SEC berpendapat bahwa penggabungan ini menciptakan potensi kerugian yang signifikan bagi pelanggan.

Baca Juga: SEC Serang Kraken! Cardano dan Solana Dicap Sebagai Sekuritas

Respon Kraken Terhadap Tindakan Hukum SEC

Menanggapi hal ini, Kraken menegaskan bahwa mereka tidak mencantumkan sekuritas apa pun dan berencana untuk membela diri dengan kuat terhadap tindakan hukum tersebut. Perusahaan menuduh SEC melampaui batas wewenangnya dan merusak inovasi melalui tindakan hukum yang agresif daripada pembuatan aturan yang jelas.

Kraken berpendapat bahwa Kongres harus turun tangan untuk memberikan persyaratan pendaftaran bursa crypto yang eksplisit. Tindakan hukum SEC ini mengikuti tindakan hukum serupa yang diajukan terhadap pesaing seperti Coinbase dan Binance tahun ini. Regulator berharap tindakan pengadilan ini akan membawa platform perdagangan crypto besar ke dalam kerangka kerja regulasi sekuritas yang ada.

Namun, dengan penolakan dari pembuat undang-undang dan perlawanan keras dari bursa itu sendiri, pertempuran hukum profil tinggi ini tampaknya masih jauh dari selesai.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: