Kontroversi Tokenomics Sui Network: Benarkah Tim Pendiri Kuasai 84% Token?

Kontroversi Tokenomics Sui Network: Benarkah Tim Pendiri Kuasai 84% Token?

Jakarta, Pintu News – Sui Network, platform Layer-1 yang sedang naik daun, baru-baru ini menjadi sorotan karena kontroversi seputar tokenomics-nya. Justin Bons, pendiri Cyber Capital, menyuarakan keprihatinannya tentang kontrol signifikan yang dimiliki tim pendiri Sui Network atas token SUI.

Bons mengklaim bahwa para pendiri mengendalikan 84% dari total pasokan token, yang menimbulkan risiko sentralisasi dan kurangnya transparansi. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kontroversi Tokenomics Sui Network

Bons menyoroti beberapa masalah utama dalam tokenomics Sui Network. Pertama, ia mempertanyakan legitimasi pasokan token yang tidak dialokasikan sebesar 52%, yang akan tersedia hingga tahun 2030.

Bons berpendapat bahwa pasokan yang tidak dialokasikan ini memberikan terlalu banyak kontrol kepada tim pendiri dan dapat digunakan untuk memanipulasi harga token.

Kedua, Bons mengkritik kurangnya transparansi dalam distribusi token SUI. Ia mencatat bahwa Sui Network menolak untuk memberikan informasi rinci tentang alamat token dan kepemilikannya, yang menimbulkan pertanyaan tentang akuntabilitas proyek. Bons menyerukan agar Sui Network lebih transparan dan memberikan informasi yang jelas tentang distribusi token.

Ketiga, Bons menyoroti potensi risiko sentralisasi dalam tokenomics Sui Network. Ia khawatir bahwa kontrol signifikan yang dimiliki tim pendiri atas token SUI dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak adil dan merugikan komunitas pengguna.

Bons menekankan pentingnya desentralisasi dalam ekosistem blockchain dan menyerukan agar Sui Network mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko sentralisasi.

Baca Juga: Sui ($SUI): Blockchain Layer-1 Crypto yang Disebut ‘Solana Killer’!

Tanggapan Sui Network

tanggapan sui network
Sumber: Akun X Justin Bons

Menanggapi kritik Bons, Sui Network mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi tokenomics-nya. Sui Network menegaskan bahwa tokenomics-nya dirancang dengan matang dan menggunakan pihak ketiga yang bereputasi baik untuk menangani penyimpanan token.

Mereka menyatakan bahwa token dirilis sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, dapat diakses publik, dan para pendiri tidak dapat mengendalikan perbendaharaan atau token yang dialokasikan untuk investor, termasuk cadangan komunitas.

Sui Network juga menjelaskan bahwa Yayasan Sui mengelola dompet utama yang menyimpan token terkunci, yang dirilis dalam kondisi tertentu. Pelepasan token ini mendukung berbagai proyek, termasuk pengembangan bahasa pemrograman Move, peningkatan keamanan jaringan, hackathon, dan hibah pengembang.

Sui Network menekankan bahwa hadiah staking terdiri dari derivatif saham dan komisi jaringan, yang semuanya dikembalikan kepada komunitas.

Baca Juga: Ekosistem DeFi Sui Melonjak ke Posisi 10 besar dengan TVL di atas $430 Juta!

Perdebatan Berlanjut

Meskipun Sui Network telah memberikan klarifikasi, perdebatan tentang tokenomics-nya masih berlanjut. Bons tetap skeptis dan menyerukan agar Sui Network memberikan bukti konkret tentang transparansi dan desentralisasi.

Ia meminta Sui Network untuk menunjukkan bahwa para pendiri tidak dapat mengakses atau memindahkan token yang dialokasikan. Bons berpendapat bahwa tanpa bukti yang jelas, klaim transparansi Sui Network tidak dapat dipercaya.

Kesimpulan

Kontroversi tokenomics Sui Network telah menimbulkan pertanyaan penting tentang transparansi dan desentralisasi dalam ekosistem blockchain. Kasus ini menjadi pengingat bagi para pengembang dan investor untuk selalu kritis terhadap tokenomics proyek blockchain sebelum memutuskan untuk terlibat.

Transparansi dan desentralisasi merupakan prinsip fundamental yang harus dijunjung tinggi untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang ekosistem blockchain.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi