Kontroversi Hakim dalam Kasus Ripple vs SEC: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kontroversi Hakim dalam Kasus Ripple vs SEC: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dalam pertempuran hukum yang sedang berlangsung antara Ripple dan SEC, ada banyak kerumitan dan kontroversi yang melibatkan keputusan hakim.

Marisa Tashman Coppel, seorang senior counsel dari Blockchain Association, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai isu ini di Twitter.

Labirin Prosedural SEC vs Ripple

Marisa Tashman Coppel menyoroti bahwa SEC harus mendapatkan persetujuan dari baik Hakim Torres maupun 2nd Circuit untuk melanjutkan banding.

Baca Juga: Pasar AS Penting Bagi Ripple? Ini Kata Pengacara John Deaton!

Proses ini, yang dia sebut sebagai labirin prosedural, melibatkan beberapa lapisan permintaan izin: permintaan untuk mengajukan mosi, yang pada dasarnya adalah permohonan untuk diizinkan banding.

Kerumitan aksi hukum ini dengan jenaka disebut sebagai “banyak permintaan – meminta untuk mengajukan permintaan agar diizinkan banding.”

Keinginan SEC untuk Intervensi Pengadilan Banding

Keinginan SEC agar pengadilan banding campur tangan lebih cepat berasal dari keinginannya untuk meninjau keputusan Hakim Torres. Ini berbeda dengan opsi menunggu sampai persidangan selesai.

Dua Perspektif Berbeda dari Hakim

Twitter

Meskipun keputusan Hakim Torres mendukung Ripple, pendapat Hakim Rakoff dalam kasus Terraform Labs memberikan perspektif yang berbeda, menolak mosi untuk membatalkan.

Coppel menekankan perlunya mendamaikan kedua pandangan yang berbeda ini, terutama mengenai perlakuan terhadap berbagai jenis investor.

Baca Juga: Sambut Kemenangan XRP atas Tuntutan SEC, Begini Sejarah Ripple dari 2004!

Inti dari kontroversi yang sedang berlangsung terletak pada pertanyaan apakah token secara inheren merupakan kontrak investasi.

Tashman Coppel menekankan kebutuhan bagi pengadilan yang lebih tinggi untuk memberikan kejelasan, menggema sentimen yang banyak dibagikan di komunitas crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: