Komitmen Rumah Tangga AS Menghentikan Rencana CBDC, Apa Dampaknya?

Komitmen Rumah Tangga AS Menghentikan Rencana CBDC, Apa Dampaknya?

Komitmen Layanan Keuangan Rumah Tangga AS baru-baru ini memberi lampu hijau untuk RUU yang akan menghentikan kemajuan dalam pembuatan Mata Uang Digital Bank Sentral AS (CBDC). Keputusan ini telah memicu perdebatan sengit di Capitol Hill, dengan banyak pihak yang khawatir akan dampaknya terhadap inovasi dan daya saing AS di panggung global. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Isi RUU dan Argumen Pendukung

ruu dan argumen pendukung cbdc
Sumber: Akun Twitter Tom Emmer

RUU ini, yang diperkenalkan oleh Kongresman AS Tom Emmer, bertujuan untuk melarang Federal Reserve dari menciptakan CBDC di masa depan. Ini juga melarang program percontohan CBDC sebelum mereka diajukan dan melarang Fed dari memperkenalkan mata uang digital ritel yang dapat digunakan untuk pengawasan warga.

Emmer menekankan bahwa isu CBDC adalah masalah “privasi, kedaulatan individu, dan daya saing pasar bebas.”

RUU ini menuntut agar setiap kemajuan pada token digital yang didukung pemerintah harus diberdayakan oleh Kongres.

Baca Juga: Mastercard Gandeng Ripple dan ConsenSys: Misi Baru untuk Revolusi CBDC!

Kritik dan Kekhawatiran

Menurut Coingape, Rep. Maxine Waters (D-Calif.), pemimpin panel Demokrat, mengkritik RUU tersebut. Dia menuduh Partai Republik mengambil sikap yang “sangat anti-inovasi” dan menekankan bahwa RUU ini akan “mencekik penelitian tersebut dan mencegah kita untuk maju.”

Waters juga menyoroti potensi kerugian bagi warga AS dalam hal pembayaran yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih sederhana.

Dia menambahkan bahwa RUU ini dapat membuat AS tertinggal dari negara-negara lain, terutama China, dalam perlombaan untuk mengembangkan standar global untuk CBDC.

Baca Juga: Dukungan Terbatas untuk CBDC di Industri Investasi Global, Apa Kata Survei CFA Institute?

Apa Selanjutnya?

masa depan cbdc
Sumber: Coingape

Meskipun RUU ini telah disetujui oleh Komitmen Layanan Keuangan Rumah Tangga, masa depannya di Senat masih diragukan, terutama karena mayoritas di Senat dikuasai oleh Demokrat.

Komite Perbankan Senat, yang dipimpin oleh Demokrat, tampaknya tidak memiliki antusiasme yang sama dengan Partai Republik mengenai aset digital.

Dengan pandangan yang berbeda di Capitol Hill, debat tentang apakah harus mengembangkan CBDC AS masih berlanjut.

Keputusan untuk menghentikan pengembangan CBDC oleh Federal Reserve menunjukkan perpecahan pendapat di antara pembuat kebijakan AS mengenai mata uang digital. Saat RUU ini maju untuk pertimbangan lebih lanjut, dampak potensialnya terhadap inovasi keuangan AS dan daya saing global masih harus dilihat.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: