Gandeng The Sandbox, Museum British Bakal Terjun ke Metaverse dan Luncurkan Koleksi NFT Digital!

Gandeng The Sandbox, Museum British Bakal Terjun ke Metaverse dan Luncurkan Koleksi NFT Digital!

Museum British, salah satu institusi budaya terkemuka di dunia, baru-baru ini mengumumkan kemitraan dengan The Sandbox, sebuah game Metaverse berbasis Ethereum. Melalui kemitraan ini, Museum British berencana untuk menciptakan berbagai koleksi NFT digital yang mencerminkan luas dan dalamnya koleksi Museum British, sekaligus menawarkan pengalaman baru yang mendalam. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Museum British di Metaverse

Dilansir dari Decrypt, Museum British berencana untuk membuat ruang interaktif sendiri di dalam dunia game online The Sandbox. Dengan demikian, Museum British akan berada di samping ikon budaya modern seperti Snoop Dogg, McDonald’s, Adidas, dan Gucci.

Sebastien Borget, COO dan salah satu pendiri The Sandbox, menyatakan bahwa ini adalah peluang besar bagi para pemain untuk belajar tentang sejarah, seni, dan budaya manusia yang ditawarkan oleh Museum British.

Baca Juga: Museum Nasional Spayol dan Olyverse Membawa Karya Van Gogh ke NFT dan Metaverse!

Kolaborasi Web3 Museum British

kolaborasi web3 di the british museum
Sumber: Medium

Langkah ini bukanlah pertama kalinya Museum British terjun ke industri Web3. Sebelumnya, museum ini telah berkolaborasi dengan LaCollection dalam tiga koleksi NFT, dimulai dengan lelang 200 kartu pos digital karya Katsushika Hokusai pada September 2021.

Ini diikuti oleh lelang 20 versi tokenized karya seniman Inggris Joseph Mallord William Turner pada musim semi 2022, dan yang terbaru adalah penjualan karya seni NFT yang menggambarkan 20 gambar pena dan kapur dari koleksi Museum British oleh Giambattista Piranesi, seorang pelukis asal Venesia.

Baca Juga: Patrick Mahomes, MVP Super Bowl, Luncurkan Platform NFT Museum of Mahomes!

Inovasi Digital dan Museum British

inovasi digital museum british
Sumber: Cointelelgraph

Keberanian Museum British untuk masuk ke Metaverse dan NFT mencerminkan keinginan mereka untuk menjelajahi cara-cara baru dan inovatif untuk membagikan koleksi mereka dan menjangkau audiens baru. Ini juga menunjukkan tren tumbuh dari institusi tradisional yang merangkul inovasi digital untuk memperluas jangkauan dan keterlibatan mereka.

Keberadaan Museum British di metaverse menandai era baru koleksi digital dan interaksi budaya. Seiring semakin banyak institusi yang merangkul teknologi Web3, potensi akses global ke harta karun sejarah dan karya seni menjadi semakin mudah diakses. Konvergensi warisan tradisional dan teknologi mutakhir ini mendorong institusi budaya menuju masa depan di mana masa lalu bertemu dengan masa kini di ruang virtual.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi: