Bursa Crypto Terpusat vs Terdesentralisasi: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bursa Crypto Terpusat vs Terdesentralisasi: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bali, Pintu News – Dalam dunia crypto yang semakin berkembang, pertanyaan tentang masa depan bursa terpusat dan terdesentralisasi menjadi topik hangat.

Samuel Yim, CBDO & APAC Director 1inch, memberikan pandangannya tentang bagaimana kedua jenis bursa ini dapat koeksistensi pada salah satu event crypto terkemuka, Coinfest 2023 di Bali (25/8).

Koeksistensi Bursa Crypto Terpusat dan Terdesentralisasi

Samuel Yim percaya bahwa kedua jenis bursa ini memiliki tempatnya masing-masing di industri crypto.

“Saya setuju bahwa akan ada koeksistensi antara bursa terpusat dan terdesentralisasi”.

Kelebihan dan Kekurangan Penyimpanan Crypto Mandiri

pilot progam dompet digital
Sumber: White Label Cryptocurrency Exchange Software

Meskipun banyak keuntungan dari penyimpanan mandiri, ada saat-saat di mana individu mungkin memilih untuk tidak memiliki kendali penuh atas aset crypto mereka. Dalam hal ini, Samuel menjelaskan bahwa:

“Ada beberapa hal yang saya tidak ingin simpan sendiri sepanjang waktu. Oleh karena itu, saya bersedia membayar pihak ketiga untuk melakukannya”.

Dari pernyataan tersebut bisa disimpulkan bahwa masih banyak masyarakat yang tertarik dan membutuhkan layanan bursa crypto terpusat.

Baca Juga: Volume Perdagangan DEX Melemah, Uniswap Mendominasi Kemenangan dengan 70%!

Tantangan DeFi dan Kelebihan Bursa Crypto Terpusat

Salah satu kelemahan utama dari bursa terdesentralisasi saat ini adalah dalam hal on-ramp dan off-ramp, terutama ketika berhubungan dengan mata uang fiat.

Crypto on-ramp mengacu pada proses pertukaran mata uang fiat (seperti dolar AS) dengan mata uang crypto.

Di sisi lain, crypto off-ramp mengacu pada proses pertukaran mata uang crypto dengan mata uang fiat. Dalam menanggapi hal ini, Samuel kemudian mengatakan bahwa:

“Keuntungan terbesar yang dimiliki bursa terpusat adalah on-ramp dan off-ramp karena kebanyakan adalah aktivitas berlisensi”.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa DeFi bersifat terdesentralisasi sehingga proses mendapatkan lisensi sulit dilakukan.

Baca Juga: Semakin Berkembang, Synthetix dan Uniswap Membangun DEX Baru!

Oleh karena itu menurutnya, saat pemilik crypto ingin menggunakan fiat di dunia nyata, pengguna memerlukan mitra seperti bursa crypto terpusat untuk menukar aset crypto-nya ke fiat.

Dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, baik bursa terpusat maupun terdesentralisasi menurutnya sama-sama memiliki peran penting dalam ekosistem crypto.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.