Dari Benih $25 Ribu Menjadi $30 Juta: Kisah Sukses Startup Blockchain Berfokus AI!

Dari Benih $25 Ribu Menjadi $30 Juta: Kisah Sukses Startup Blockchain Berfokus AI!

Startup blockchain yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI), IO Research, baru saja mencatatkan kenaikan spektakuler dengan berhasil mengumpulkan dana sebesar $30 juta dalam putaran pendanaan Seri A. Kisah mereka menginspirasi banyak pelaku industri crypto dan teknologi, membuktikan potensi besar yang dimiliki oleh integrasi AI dalam blockchain. Simak berita lengkapnya berikut in!]i!

Awal Mula yang Sederhana

IO Research dimulai dari pendanaan awal yang hanya sebesar $25 ribu, sebuah angka yang relatif kecil untuk ukuran startup teknologi. Namun, dengan visi yang kuat dan inovasi pada produk inti mereka, io.net, perusahaan ini berhasil menarik perhatian investor besar. Io.net adalah jaringan berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna dengan kapasitas unit pemrosesan grafis (GPU) yang tidak terpakai untuk menyediakan daya komputasi kepada perusahaan AI yang membutuhkannya.

Ekspansi cepat IO Research menandai minat investor terhadap teknologi AI dan kebangkitan kembali minat terhadap crypto dan teknologi blockchain. Hal ini terlihat dari lonjakan nilai saham perusahaan yang terkait dengan infrastruktur AI, seperti Nvidia dan Super Micro Computer, serta pemulihan kapitalisasi pasar crypto yang mencapai angka tertinggi sejak akhir 2021.

Baca Juga: Wormhole Siap Bagikan Airdrop Token Senilai $100 Juta, Siapa Saja yang Berhak?

Penyuntik Dana dan Rencana Masa Depan

validator blockchain
Sumber: Envato

Putaran pendanaan Seri A $30 juta ini melibatkan beberapa nama besar seperti Hack VC, Solana Labs, dan bursa cryptocurrency OKX. Pendanaan ini merupakan sinyal kuat dari pasar bahwa integrasi AI dalam blockchain adalah masa depan industri ini. Shayon Sengupta, mitra investasi dari Multicoin Capital yang turut serta dalam pendanaan, mengungkapkan bahwa analis industri masih sangat meremehkan kebutuhan komputasi untuk mendukung generasi berikutnya dari aplikasi AI.

Dana yang berhasil dikumpulkan akan digunakan untuk ekspansi staf, memenuhi permintaan layanan, dan pengembangan lebih lanjut dari io.net. Meskipun IO Research tidak mengungkapkan valuasi terbaru mereka setelah putaran Seri A, kisah mereka menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan.

Baca Juga: Integrasi Revolut dengan MetaMask, Apa Keuntungan Bagi Penggunanya?

Potensi Pertumbuhan dan Kepemimpinan Pasar

Kemampuan untuk meraih dana sebesar $30 juta dalam putaran Seri A menunjukkan potensi pertumbuhan dan kepercayaan pasar terhadap IO Research. Dengan fokus pada pemanfaatan AI dalam ekosistem blockchain, IO Research berada di garis depan inovasi teknologi. VanEck, manajer aset, memproyeksikan bahwa pendapatan dari proyek yang menggabungkan crypto dan AI akan mencapai $10,2 miliar pada tahun 2030.

Langkah besar ini bagi IO Research juga menandakan kebangkitan bagi kapitalis ventura yang berfokus pada crypto, setelah industri ini sempat terhantam oleh kejatuhan bursa cryptocurrency FTX dan kolapsnya beberapa dana terkemuka. Kesuksesan IO Research membuktikan bahwa inovasi dan pembaruan konstan adalah kunci untuk tetap relevan dan unggul di pasar yang kompetitif ini.

Kisah IO Research dari pendanaan benih yang kecil hingga putaran pendanaan Seri A yang besar menawarkan inspirasi dan wawasan berharga bagi para pelaku startup lainnya. Dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi yang tepat, potensi pertumbuhan di industri teknologi, khususnya yang berhubungan dengan AI dan blockchain, tampaknya tidak terbatas.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: