Kesepakatan Global FTX: Harapan Baru Bagi Korban Kripto

Kesepakatan Global FTX: Harapan Baru Bagi Korban Kripto

Kabar terbaru datang dari dunia crypto yang sempat terguncang, FTX dan likuidatornya di Bahama mencapai kesepakatan yang dianggap inovatif dan menguntungkan kedua belah pihak.

Kesepakatan ini menjadi titik terang bagi para pengguna FTX yang terdampak, menjanjikan pembayaran kerugian dalam bentuk dolar AS. Kesepakatan ini masih menunggu persetujuan dari pengadilan di Amerika Serikat dan Bahama.

Kesepakatan Global yang Menguntungkan

FTX, bursa crypto yang bangkrut, dan likuidator resmi Bahama telah mencapai kesepakatan yang akan mengubah nasib para kreditur. Kesepakatan ini melibatkan koordinasi aset dan penentuan cadangan serta jumlah distribusi untuk pengguna FTX.com.

Pengguna akan diberi kesempatan untuk memilih entitas mana yang akan mereka ajukan klaim kerugian mereka. Kesepakatan ini juga mencakup adopsi prosedur kenal pelanggan yang sama untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

Baca Juga: Serangan Siber Hantam FTX! Apa yang Harus Kamu Ketahui & Bagaimana Tanggapan FTX?

Ini termasuk hukum di Amerika Serikat, Bahama, dan yurisdiksi lain yang terkait. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempermudah proses likuidasi dan pembayaran kepada kreditur.

Penyelesaian Konflik dan Pembayaran Kreditur

ftx jual aset
Sumber: Bitcoin Sistemi

John J. Ray III, CEO FTX yang baru, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan tonggak penting bagi para debitur FTX. Kesepakatan ini diharapkan dapat menyelesaikan konflik hukum lintas negara yang rumit akibat kejatuhan grup FTX. Kesepakatan ini juga menandai langkah maju dalam proses restrukturisasi FTX.

FTX Digital Markets akan memimpin likuidasi aset real estat FTX di Bahama. Sementara itu, kepentingan FTT terhadap debitur FTX dan FTX Digital Markets akan dianggap sebagai ekuitas dan tidak akan menerima pemulihan. Ini merupakan bagian dari upaya untuk memprioritaskan pembayaran kepada kreditur yang terdampak.

Harapan bagi Pengguna FTX

Pengguna FTX yang terdampak kini dapat menarik napas lega dengan adanya kesepakatan ini. Mereka yang memiliki klaim akan dapat memberikan suara pada rencana pengembalian dana pada kuartal kedua tahun 2024. Ini memberikan jalan bagi mereka untuk akhirnya menerima kompensasi atas kerugian yang dialami.

Kesepakatan ini juga menandai babak baru dalam saga kebangkrutan FTX yang telah berlangsung sejak November 2022. Dengan penjualan aset perusahaan yang terus berlangsung, harapan untuk pemulihan semakin nyata bagi para kreditur.

Paragraf Penutup

Kesepakatan global antara FTX dan likuidator Bahama membuka jalan bagi penyelesaian yang adil bagi para pengguna. Dengan proses hukum yang masih berlangsung, komunitas crypto menantikan hasil akhir dari saga ini.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi preseden bagi kasus serupa di masa depan, menunjukkan bahwa bahkan dalam kebangkrutan, ada harapan untuk resolusi yang menguntungkan semua pihak.

Baca Juga: FTX: Pelanggan Dapat Klaim Kerugian $9B di Tengah Sidang Pidana CEO FTX

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi