Prediksi Harga Solana Maret 2023: Bulls Mendominasi, SOL Bisa Naik 65,71%?

author:

Prediksi Harga Solana Maret 2023: Bulls Mendominasi, SOL Bisa Naik 65,71%?

Sejak diluncurkan pertama kali pada April 2019, Solana telah berkembang secara signifikan di pasar DeFi, NFT, dan Web3. Hingga saat ini, ratusan proyek sedang berlangsung di Solana, dengan beberapa proyek yang akan datang di masa depan.

Menurut situs web Solana, “biaya rendah, selamanya” adalah proposisi penjualan utama perusahaan ini. Karena jaringan Solana terlibat dalam persaingan langsung dengan beberapa blockchain, termasuk Ethereum, perjalanan proyek baru ataupun harga Solana (SOL) menarik untuk diperhatikan.

Lalu, bagaimana prediksi harga Solana (SOL) untuk bulan Maret 2023? Apakah ada proyek baru yang akan datang? Simak jawabannya di bawah ini.

Harga Solana Naik 1,94% Dalam Waktu 24 Jam

Harga Solana Dalam 24 Jam
Sumber: Market Pintu

Dilansir dari market Pintu (27/2/23), harga SOL terlihat naik 1,94% dalam waktu 24 jam. SOL sempat menyentuh harga terendahnya di Rp344.594 pada 26 Februari 2023 dan mencapai harga tertingginya di Rp359.981 pada 27 Februari 2023.

Baca juga: ChatGPT Beri Prediksi Harga Bitcoin, Ethereum dan Solana di 2023

Market Cap Solana Naik 1,97% Dalam Waktu 24 Jam

Sumber: CoinMarketCap

Menurut laporan CoinMarketCap (27/2/23), Solana menempati urutan ke-11 berdasarkan jumlah kapitalisasi pasarnya yang mencapai sekitar Rp133 triliun dalam waktu 24 jam. Selain itu, volume perdagangan Solana mengalami koreksi 29,22%, hingga mencapai Rp5,6 triliun, dalam 24 jam terakhir.

Setelah mengetahui harga SOL hari ini, bagaimana analisa teknikal beserta prediksi harga SOL untuk Maret 2023?

Analisa Teknikal 1 Hari Solana : Bulls Mendominasi Pasar

Sumber: CoinCodex

Mengutip dari laporan Cryptopolitan (26/2/23), analisis 1 hari harga Solana (SOL) menunjukkan volatilitas pasar yang mengikuti pergerakan meningkat. Dengan ini, harga Solana terlihat menjadi lebih rentan terhadap pergerakan ke arah salah satu dari kedua ekstrem, menunjukkan dinamika yang semakin meningkat. Harga tertinggi mata uang crypto SOL adalah $23,05 atau Rp352.229, dengan harga pembukaan $22,89 atau Rp349.784. Sebaliknya, harga rendah SOL ada di $22,89, dengan perubahan 0,55% dan harga penutupannya adalah $23,02 atau Rp351.770.

Lebih lanjut, harga SOL terlihat bergerak di bawah harga Moving Average, yang menandakan pergerakan turun. Harga tampaknya mencoba menembus band Moving Average, yang membuat bulls dominan di pasar. Harga SOL terlihat meningkat, menggambarkan kenaikan pasar.

Analisis harga Solana menunjukkan bahwa Relative Strength Index (RSI) adalah 49, menunjukkan stok mata uang crypto yang stabil. Hal ini menandakan bahwa mata uang crypto SOL berada di wilayah netral tengah. Selain itu, RSI terlihat bergerak ke atas, mengindikasikan pasar yang meningkat.

Prediksi Harga SOL Maret 2023: SOL Bisa Tembus Rp580 Ribu?

Sumber: Trading View

Sementara itu, dilansir dari BeinCrypto (24/2/23), harga Solana (SOL) telah jatuh di bawah garis resistensi turun sejak 15 Mei 2022. Pergerakan ke bawah menyebabkan harga terendah $8 atau Rp122.248 pada 29 Desember 2022. Namun, harga mulai bergerak naik tak lama setelah itu.

Setelah 4 kali gagal, harga token SOL menembus garis resistensi turun pada 18 Februari 2023. Meskipun tidak bergerak di atas area resistensi $28 atau Rp427.870, harga memvalidasi garis resistensi sebagai support.

Selanjutnya, pembacaan RSI harian adalah bullish. Meskipun indikator sebelumnya menghasilkan divergensi bearish, indikator ini menembus garis tren minggu lalu. Per 24 Februari 2023, RSI berada di atas 50. Oleh karena itu, aksi harga yang paling mungkin terjadi di masa depan adalah penembusan di atas $26,80 atau Rp409.533. Jika ini terjadi, harga SOL dapat naik ke resisten berikutnya di $38 atau Rp580.681 ($1 = Rp15.281).

Namun, jika harga menembus ke bawah garis resistance, harga dapat turun ke area support Fibonnaci terdekat di $17,50 atau Rp267.419.

Blockchain Solana Berurusan Dengan Peristiwa ‘Large Forking’

Menurut laporan Bitcoin News (26/2/23), pada hari Sabtu, 25 Februari 2023, blockchain Solana mengalami penurunan fungsionalitas, dan para pengguna melaporkan adanya perlambatan yang signifikan dalam finalisasi blok, bersama dengan beberapa kegagalan transaksi. Solblaze, liquid staking pool, melaporkan bahwa meskipun Solana tidak sepenuhnya menghentikan produksi blok, Solana mengalami perlambatan karena peristiwa forking.

Solblaze menyatakan bahwa “Solana saat ini masih beroperasi” meskipun ada peristiwa forking besar di mainnet-beta yang menyebabkan validator melambat saat mereka mencoba menyelesaikan fork. Solblaze juga mengatakan bahwa jaringan tersebut mengkonfirmasi blok dengan kecepatan sekitar 16 transaksi per detik. Operator validator dan teknisi Solana tengah berkolaborasi untuk mengidentifikasi penyebabnya. Selain itu, Solblaze menyebutkan bahwa “validator mulai kembali dari v1.14 ke v1.13.”

Sumber: Twitter

Sementara itu, akun Twitter Solana Status juga membagikan sebuah utas yang menyebut masalah ini sebagai “ketidakstabilan klaster”. Berdasarkan utasnya, para teknisi Solana dikabarkan sedang menyelidiki akar penyebab produksi yang lambat pada mainnet beta.

Sumber: Twitter

Hingga saat ini, utas dari akun Twitter Solana Status terus membagikan perkembangan terbaru dari blockchain Solana. Per 27 Februari 2023, akar penyebab pemadaman 2-25-23 masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan aktif oleh tim Solana.


  • Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: