5 Crypto Crime yang Harus Diwaspadai

5 Crypto Crime yang Harus Diwaspadai

Jakarta, Pintu News – Di tengah popularitas mata uang digital yang terus meningkat, kejahatan terkait crypto juga mengalami peningkatan. Sebagai pengguna, penting bagi kamu untuk mengetahui berbagai bentuk kejahatan ini agar dapat melindungi investasimu. Berikut adalah lima tren kejahatan crypto yang paling perlu diwaspadai pada tahun 2024!

Phishing Scams

modus hacker
The image created by AI

Phishing merupakan salah satu bentuk penipuan yang paling umum dalam ekosistem crypto. Pelaku kejahatan menggunakan email, pesan teks, atau media sosial untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi atau keuangan. Mereka sering menyamar sebagai perusahaan crypto terpercaya atau sebagai dukungan pelanggan.

Dalam menghadapi phishing, sangat penting untuk selalu memeriksa keaslian pesan yang kamu terima. Jangan pernah mengklik link yang mencurigakan atau memberikan kata sandi atau kunci akses pribadimu kepada siapapun. Selalu verifikasi informasi kontak resmi dari situs web perusahaan sebelum berinteraksi.

Ponzi Schemes

Skema Ponzi di dunia crypto sering menjanjikan pengembalian investasi yang tinggi dengan risiko rendah. Pelaku kejahatan ini menggunakan uang dari investor baru untuk membayar investor lama, menciptakan ilusi dari pengembalian yang sukses, sementara dalam realitas tidak ada kegiatan bisnis yang sebenarnya.

Kamu harus waspada terhadap janji keuntungan yang terlihat tidak realistis dan melakukan penelitian mendalam tentang setiap peluang investasi. Periksa rekam jejak perusahaan dan ulasan dari sumber yang kredibel sebelum membuat komitmen finansial.

Baca Juga: Wanita Ini Diduga Mencuci Uang Hasil Penipuan Crypto Senilai Rp90 Triliun! Apa yang Terjadi?

Ransomware

pencurian crypto 2023
Sumber: PYMNTS

Ransomware adalah jenis serangan malware yang mengenkripsi data korban dan menuntut tebusan dalam bentuk crypto untuk dekripsi. Serangan ini dapat menargetkan individu atau perusahaan dan menyebabkan kerugian data yang signifikan serta gangguan operasional.

Untuk mengurangi risiko ransomware, pastikan kamu memiliki backup data yang aman dan rutin memperbarui perangkat lunak antivirus. Selain itu, berhati-hatilah dengan lampiran email atau download dari sumber yang tidak dikenal.

Fake ICOs

Penawaran Koin Awal (ICO) yang palsu adalah metode lain yang digunakan oleh penipu untuk mengeksploitasi pengguna. Dalam kasus ini, penipu menciptakan proyek crypto yang terlihat sah dengan tujuan mengumpulkan dana dari investor tanpa niat untuk mengembangkan produk atau layanan apa pun.

Sebelum berinvestasi dalam ICO, periksa apakah proyek tersebut telah terdaftar secara resmi dan memiliki whitepaper yang jelas serta tim yang terverifikasi. Kunjungi forum dan media sosial untuk mendapatkan feedback dari komunitas tentang keaslian proyek.

Baca Juga: HyperFund: Terbongkarnya Penipuan Cryptocurrency Senilai $1,9 Miliar

Sim Swapping

Sim swapping adalah taktik yang digunakan oleh penipu untuk mengambil alih nomor telepon korban dengan memanipulasi penyedia layanan seluler. Dengan mengontrol nomor telepon, mereka dapat mengakses akun crypto dan bank, mengakibatkan kerugian finansial yang serius.

Untuk melindungi diri dari sim swapping, gunakan otentikasi dua faktor yang tidak hanya bergantung pada SMS. Pertimbangkan penggunaan aplikasi autentikasi atau kunci keamanan fisik. Selalu berikan informasi pribadimu hanya ketika absolut diperlukan dan kepada pihak yang terpercaya.

Kejahatan crypto terus berkembang seiring dengan perubahan teknologi. Dengan tetap terinformasi dan berhati-hati, kamu dapat melindungi diri dari kehilangan yang mungkin terjadi. Ingat, dalam dunia crypto, keamanan adalah prioritas.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: