Skandal ITP Corp: Skema Ponzi atau Investasi Masa Depan?

Skandal ITP Corp: Skema Ponzi atau Investasi Masa Depan?

Apakah kamu pernah mendengar tentang ITP Corp yang konon menawarkan keuntungan melalui perdagangan crypto?

Skema investasi ini telah menarik perhatian banyak orang, namun kini terungkap sebagai sebuah kegagalan. Dengan janji-janji manis dan bonus deposit yang menggiurkan, banyak yang terjebak tanpa bisa menarik dana mereka selama lima hari terakhir.

Skema Ponzi yang Runtuh

ITP Corp, yang diduga kuat sebagai skema Ponzi, telah menghentikan proses penarikan dana tanpa alasan yang jelas. Alih-alih memberikan penjelasan, perusahaan ini malah gencar mempromosikan bonus deposit “Thanksgiving” sebesar 100%.

Tak lama setelah itu, ITP Corp menjanjikan jaminan penarikan dana $100.000 dalam waktu 72 jam, namun janji tersebut tidak kunjung terpenuhi.

Para promotor di Inggris, seperti Fakih Mahmood Subedar, mencoba menutupi kegagalan ini dengan cerita fiktif tentang peretasan teknologi blockchain dan libur Thanksgiving di AS yang mempengaruhi penarikan dana.

Baca Juga: Terobosan Baru! Indonesia Segera Luncurkan Bursa Aset Crypto Resmi

Promotor lainnya, Charlie Wildish dari Somerset, juga menyebarkan informasi palsu melalui saluran YouTube-nya, mengklaim bahwa jaringan transfer ITP telah diretas. Namun, semua klaim tersebut tidak lebih dari upaya untuk menutupi kebenaran bahwa skema Ponzi pasti akan runtuh, dan ketika itu terjadi, sebagian besar investor akan kehilangan uang mereka.

Meskipun Otoritas Perilaku Keuangan (FCA) di Inggris telah melarang skema investasi crypto MLM sejak 8 Oktober, belum ada tindakan yang diambil terhadap ITP Corp atau promotor lokalnya.

Quantitative Trading dan ITP

adopsi bitcoin meningkat
Sumber: Forkast News

ITP Corp mengklaim menggunakan quantitative trading untuk menghasilkan keuntungan bagi investor. Quantitative trading adalah metode perdagangan yang menggunakan model matematika canggih untuk mengidentifikasi peluang di pasar. Sejarah metode ini panjang dan telah mengalami evolusi signifikan seiring waktu.

ITP Corp menyatakan bahwa mereka menerapkan teknik ini untuk memaksimalkan keuntungan investor. Namun, klaim ini diragukan oleh banyak pihak yang menuduh ITP sebagai skema Ponzi.

Skema Ponzi biasanya menjanjikan pengembalian investasi yang tinggi dengan cepat dan tanpa risiko, yang seringkali tidak realistis. ITP Corp telah gagal membuktikan keberhasilan model perdagangan mereka, terutama setelah insiden pembekuan penarikan dana yang menimbulkan kecurigaan.

Penutupan Skema dan Dampaknya

Kegagalan ITP Corp menimbulkan pertanyaan besar tentang legitimasi investasi crypto yang mereka tawarkan.

Dengan banyaknya investor yang terjebak dan tidak dapat menarik dana mereka, skandal ini menjadi peringatan bagi siapa saja yang tergiur dengan janji keuntungan cepat. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya melakukan penelitian yang mendalam sebelum berinvestasi dalam skema yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Baca Juga: Terobosan Baru JPMorgan dan Apollo: Mainnet Perusahaan Berbasis Token!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi