Analis JPMorgan Percaya Harga Bitcoin Bisa Sentuh Rp675 Juta, Kenapa?

author:

Analis JPMorgan Percaya Harga Bitcoin Bisa Sentuh Rp675 Juta, Kenapa?

Perusahaan keuangan global, JPMorgan, baru-baru ini mengejutkan dunia dengan prediksi harga crypto mereka.

Pasalnya, analis JPMorgan percaya bahwa harga Bitcoin (BTC) seharusnya berada pada level $45.000 atau setara dengan Rp675 juta. Tidak hanya itu, dengan prediksi tersebut, beberapa altcoin seperti Zilliqa, Cardano, Litecoin, berpotensi mengalami peningkatan dalam kapitalisasi pasar.

Simak beritanya lebih lanjut, yuk!

Alasan di Balik Prediksi Harga Bitcoin Rp675 Juta

jpmorgan prediksi bitcoin
Bitcoin News

Menurut analis JPMorgan, nilai atau harga Bitcoin (BTC) seharusnya dapat jauh lebih tinggi dari harga saat ini, yaitu mencapai $45.000 atau setara dengan Rp675 juta. Hal ini didasarkan pada perbandingan antara Bitcoin dan emas.

Karena banyak investor melihat Bitcoin dan emas sebagai aset yang serupa, analis percaya bahwa Bitcoin harus diperdagangkan dengan premi signifikan dibandingkan dengan harga saat ini. Dengan harga emas saat ini sekitar $2.000 atau Rp30 juta per ons, BTC seharusnya diperdagangkan di kisaran Rp675 juta.

Baca juga: Bitcoin Bersiap untuk Kenaikan Besar, Sebut Pendiri Glassnode, Siap Borong?

Halving Bitcoin: Faktor Pendorong Harga

Analisis Saham Menunjang Prediksi Rally Bitcoin
Forbes

Tidak hanya itu, salah satu alasan lain yang dikemukakan oleh analis JPMorgan untuk potensi kenaikan harga Bitcoin adalah acara halving Bitcoin. Halving adalah event di mana hadiah blok untuk penambangan Bitcoin berkurang setengahnya, yang berarti biaya untuk menambang satu Bitcoin akan naik dua kali lipat.

Lebih lanjut, analis JPMorgan berpendapat bahwa harga menambang satu Bitcoin (BTC) akan berlipat ganda menjadi sekitar $40.000 atau setara dengan Rp600 juta pada peristiwa halving berikutnya, yang diperkirakan akan terjadi pada bulan April atau Mei tahun depan.

Meskipun demikian, analis JPMorgan tidak optimis dengan kinerja jangka pendek Bitcoin (BTC). Kelompok ini menunjuk pada reaksi regulasi yang sedang berlangsung terhadap aset digital sebagai salah satu alasannya.

Dampak Kenaikan BTC pada Altcoin

Dilansir dari Bankless Times (26/5/23), saat ini, Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar sebesar $512 miliar atau Rp7,6 kuadriliun. Oleh karenanya, jika nilai BTC naik menjadi $45.000, berarti total kapitalisasi pasarnya akan melonjak menjadi lebih dari $812 miliar, yang berarti nilai kapitalisasi pasarnya bisa naik lebih dari $300 miliar atau Rp4,5 kuadriliun selama periode tersebut.

Jika pandangan ini benar, pasar kemungkinan akan melihat altcoin lain seperti Zilliqa, Cardano, Litecoin, dan token Render mengalami kenaikan. Secara historis, mata uang crypto ini selalu memiliki korelasi yang erat. Oleh karena itu, jika BTC melonjak hingga 70%, ini berarti altcoin yang disebutkan akan jauh lebih baik juga.

Litecoin, khususnya, memiliki katalisator penting di masa depan. Jaringan ini akan melakukan halving bulan Agustus 2023, yang berarti bahwa koin tersebut kemungkinan akan bekerja dengan baik pada saat itu.

Baca juga: Tokenisasi Sekuritas di Ethereum, Polygon, dan Gnosis Melesat dengan Market Cap Senilai $225 Juta!

Namun, analis JP Morgan mengatakan bahwa potensi risikonya adalah pengawasan regulasi yang sedang berlangsung dan tantangan di sektor perbankan.

“Hambatan dari tindakan keras peraturan Amerika Serikat, gangguan jaringan perbankan untuk ekosistem crypto dan gema dari keruntuhan FTX tahun lalu kemungkinan akan membatasi potensi kenaikan.”

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: