Nasabah JPMorgan Chase Kehilangan $49.500 dan Gugat Bank Atas Biaya Tak Wajar

Nasabah JPMorgan Chase Kehilangan $49.500 dan Gugat Bank Atas Biaya Tak Wajar

Seorang nasabah JPMorgan Chase di San Diego, Kristal Kuhn, baru-baru ini mengalami kejadian tidak menyenangkan. Ia kehilangan $49.500 dari rekening banknya setelah menjadi korban penipuan. Kristal menyalahkan bank karena tidak segera memblokir transaksi mencurigakan meskipun ia sudah melaporkannya.

Kronologi Kejadian

Kristal menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas keamanan Chase. Penelepon tersebut mengklaim telah mendeteksi transaksi mencurigakan sebesar $2.000 dan akan mengirimkan kode akses kepada Kristal. Tanpa curiga, Kristal memberikan kode akses tersebut.

Baca Juga: Daftar Terbaru 545 Aset Crypto Legal di Indonesia, Peluang Investasi Baru?

Tak lama kemudian, Kristal menyadari bahwa uang di rekeningnya mulai berpindah-pindah. Ia segera menghubungi Chase untuk membekukan transaksi, tetapi diminta untuk datang ke cabang bank terdekat. Kristal bergegas ke tiga cabang bank yang berbeda, tetapi tidak ada yang bisa membantunya. Akibatnya, para penipu berhasil menguras habis uang di rekeningnya.

Tanggapan JPMorgan Chase

jpm coin dan partior
Sumber: Bitfinex Pulse

Kristal merasa kecewa dengan penanganan Chase atas kasus ini. Ia telah menghubungi FBI dan mengajukan keluhan kepada Chase, tetapi bank tersebut menolak untuk mengembalikan uangnya. Chase berdalih bahwa Kristal telah menyetujui transaksi tersebut.

Gugatan Hukum terhadap JPMorgan Chase

Kasus Kristal bukan satu-satunya. Sekelompok nasabah JPMorgan Chase lainnya juga mengajukan gugatan hukum terhadap bank tersebut. Mereka menuding Chase mengenakan biaya yang tidak wajar dan merugikan nasabah. Salah satu biaya yang dikeluhkan adalah biaya pengembalian cek sebesar $30, yang baru-baru ini dihapus oleh Chase setelah mendapat sorotan dari regulator.

Penutup

Kasus Kristal Kuhn dan gugatan hukum terhadap JPMorgan Chase menjadi sorotan publik. Hal ini menunjukkan pentingnya bagi bank untuk meningkatkan keamanan nasabah dan bersikap transparan dalam mengenakan biaya. Nasabah juga harus lebih berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi dan kode akses kepada pihak yang tidak dikenal.

Baca Juga: Donald Trump Berubah Pikiran tentang Bitcoin: “Saya Bisa Menerimanya”

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi